logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Agustus 2005 INTERNASIONAL
Line

AS Akan Menentang Penggulingan Arroyo

MANILA - Amerika Serikat akan menentang revolusi people power untuk menggulingkan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo. Mantan charge d'affaires Kedubes AS untuk Filipina Josepgh Mussomeli mengatakan hal itu, Senin kemarin.

Mussomeli mengatakan, revolusi rakyat seperti ketika penggulingan diktator Ferdinand Marcos pada 1986 dan presiden Joseph Estrada pada 2001 bisa melemahkan lembaga demokrasi Filipina.

"Saya rasa dua kali sudah cukup," kata Mussomeli kepada Perhimpunan Koresponden Asing di Manila. Dia akan menempati jabatan baru sebagai dubes AS untuk Kamboja pekan depan. "Setiap kali hal itu dilakukan, itu seperti mematahkan tulang yang sama berulang kali. Akibatnya, makin lama makin lemah."

Meskipun protes jalanan terus digelar silih berganti, Arroyo tampaknya masih mendapat dukungan dari banyak kalangan, terutama dari jaringan provinsi dan politikus lokal.

Selain itu, dua pemain utama dalam percaturan politik Filipina, yakni Gereja Katolik dan militer, juga memilih bersikap netral. Hal ini cukup banyak meredam aksi protes jalanan.

"Menurut saya, kali ini tidak akan terjadi kudeta militer," kata Mussomeli. Dia memuji militer Filipina yang tetap posisi menjalankan amanat konstitusional.

Obat Mujarab

Dia mengatakan, militer telah melepaskan "sikap mesianistik" seperti terjadi pada akhir 1980-an. Ketika itu, militer berulang kali melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahan presiden Corazon Aquino. Padahal, militer pulalah yang membantu Aquino naik ke tampuk kekuasaan setelah rezim Marcos berakhir.

Mussomeli mengatakan, sebagian tentara bisa saja menggerutu setelah beberapa prajurit tampil dan mendesak presiden untuk mundur. Namun, dia tetap yakin militer Filipina akan berdiri di atas semua golongan.

Mussomeli tidak bersedia berkomentar soal usulan Arroyo untuk memulai pembahasan tentang perubahan konstitusi. Arroyo mengusukan perubahan sistem pemerintahan dari sistem presidensial menjadi sistem parlementer. Mussomeli memperingatkan, para politikus tidak terburu-buru mengambil keputusan.

"Tidak ada obat mujarab untuk masalah ini," kata dia. "Selalu ada masalah pada setiap bentuk pemerintahan. Yang perlu dilakukan adalah mereformasi masyarakat bersamaan dengan mereformasi lembaga-lembaga pemerintahan."

Dukungan bagi Arroyo menunjukkan kecenderungan meningkat, Senin kemarin. Para pejabat Filipina dengan lantang membantah tuduhan kecurangan pemilu.

Gabriel Claudio, staf urusan politik presiden, menyebut tuduhan tersebut sebagai "fantastik dan tidak bisa dipercaya".(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA