logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Agustus 2005 INTERNASIONAL
Line

Jalur Kereta Api Bakal Menyatukan Dua Korea

DORASAN - Semenanjung Korea, yang dibagi dua oleh Zona Demiliterisasi selama lebih dari setengah abad, bakal tersambung kembali dengan rel kereta api dari Korsel ke Korut.

Kedua negara Korea itu akhir pekan lalu menyetujui untuk membuka jalan dan rel kereta api yang dapat menghubungkan mereka. Pembukaan jalur transportasi itu akan dilakukan secara resmi Oktober mendatang.

"Saya berdebar-debar menunggu rel kereta itu dibuka. Sebab, jalur transportasi itu kelak bisa menjadi faktor utama yang mendorong reunifikasi Korea," kata Noh Jung-hee, pejabat stasiun KA Dorasan.

Tempat dia bekerja itu merupakan stasiun terakhir Korsel, yang terletak di dekat Zona Demiliterisasi. Dia sudah tak asing lagi dengan suasana pengamanan yang ketat di daerah perbatasan itu.

"Saya harap, rel kereta api ini kelak menjadi semacam jalan sutra yang menghubungkan Asia dan Eropa, melalui Rusia," tambah dia.

Korut dan Korsel secara teknis masih berperang. Sebab, Perang Korea 1950-1953 hanya diakhiri dengan gencatan senjata, bukan dengan traktat perdamaian.

Kesepakatan membuka rel KA itu tercapai akhir pekan lalu, di sela-sela perundingan enam negara di Beijing yang bertujuan mengakhiri program nuklir Korut.

Dinanti-nanti

Beberapa pegawai jawatan kereta api Korsel yakin, pembukaan layanan transportasi dari Munsan (Korsel) ke Kaesong (Korut) sangat dinanti-nanti banyak orang.

Kedua negara sepakat untuk membuka trayek reguler yang menghubungkan dua ibu kota (Seoul dan Pyongyang). Diharapkan, jalur transportasi itu bisa mempererat kerja sama dan reunifikasi.

Namun, kedua belah pihak belum menyepakati tanggal yang pasti mengenai pembukaan rel KA tersebut. Namun pemeriksaan rel KA itu akan dilakukan mulai 18 sampai 20 Agustus 2005.

Menteri Unifikasi Korsel Chung Dong-young telah bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-il di Pyongyang Juni lalu.

Dalam pertemuan itu, Kim mengusulkan pembukaan jalur KA di pantai barat yang melintasi Zona Demiliterisasi. Sementara itu, rel KA di pantai timur dalam proses pembangunan.

Rute di pantai barat itu niscaya dapat mendorong pertumbuhan kawasan industri Kaesong.

Kawasan industri itu dibangun di dekat perbatasan kedua negara. Jalur di pantai timur melewati wilayah berbukit-bukit. Pembangunannya lebih rumit.

Rute pantai timur akan menghubungkan daerah wisata Gunung Kumgang (Korut) dengan wilayah Korsel. Pemeriksaan rel di pantai timur bakal dilaksanakan pada 23 sampai 25 Agustus. Jalan-jalan di rute pantai timur itu telah selesai dibangun.

Pemeriksaan

"Korsel meminta Korut untuk melakukan beberapa pemeriksaan di kedua rute tersebut, demi keamanan," kata seorang pejabat yang memimpin proyek Korea Railroad, perusahaan yang mengoperasikan kereta api Korsel.

"Rangkaian kereta api dan masinis dari Korsel akan melayani perjalanan di rute pantai barat selama masa pembukaan Oktober tersebut. Sementara itu, pihak Korut akan mengirim seorang asisten. Untuk rute pantai timur, pihak Korutlah yang menyediakan rangkaian kereta api dan masinis," kata pejabat itu, yang meminta namanya tidak disebutkan.

Untuk kelancaran proyek kereta api tersebut, Seoul memasok material bangunan, peralatan, dan dukungan teknis lainnya kepada Korut.

Persetujuan itu merupakan jerih payah kedua negara untuk meningkatkan kerja sama. Mereka juga sepakat untuk berbagi zona penangkapan ikan di wilayah perairan yang dipersengketakan.

Kedua belah pihak juga membentuk kantor penghubung untuk memudahkan kontak di antara warga mereka dan untuk menghindari konflik bersenjata.

Di bidang olahraga, Korut dan Korsel akan mengirimkan tim sepak bola mereka (pria dan wanita) ke berbagai pertandingan tingkat Asia Timur di Korsel, yang diselenggarakan 31 Juli dan 7 Agustus.

"Saya sangat bangga bekerja di stasiun Dorasan. Stasiun ini melambangkan berakhirnya konflik antara Korsel dan Korut yang berlangsung selama lebih dari setengah abad," kata pegawai stasiun Dorasan.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA