logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 02 Agustus 2005 INTERNASIONAL
Line

Wapres Tewas Kecelakaan, Sudan Rusuh

KHARTOUM - Sudan dilanda kerusuhan setelah warga mendengar kabar Wakil Presiden John Garang meninggal dalam kecelakaan helikopter. Mantan pemimpin pemberontak itu bersama penumpang lainnya tewas dalam penerbangan pulang dari Uganda.

Ribuan warga Sudan selatan turun ke jalan-jalan di Khartoum, ibu kota negara itu. Sebagian besar warga bersenjatakan pedang dan kayu. Mereka menjarah toko-toko. Massa kemudian bentrok dengan polisi.

Seorang warga Khartoum mengatakan, dua orang tewas dalam amuk massa tersebut. Namun, pejabat pemerintah mengatakan belum menerima laporan tentang korban tewas dalam kerusuhan.

"Orang-orang membakar apa saja yang mereka temui di jalan. Polisi menangkap sebagian dari mereka. Terdengar suara tembakan. Asap tebal membubung," kata seorang saksi mata kepada televisi Reuters.

"Massa memukuli orang-orang yang berwajah Arab," kata Swayd Abdullah, seorang mahasiswa.

Warga Sudan selatan merupakan pendukung utama John Garang. Mereka menyambut gembira ketika pemimpin Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM) itu diangkat sebagai wakil presiden tiga pekan lalu.

SPLM sebelumnya memberontak terhadap pemerintahan Islam yang berpusat di Khartoum selama lebih dari 20 tahun. Kesepakatan damai dicapai Januari lalu, yang ditandatangani oleh Garang.

Pendeta Anglikan Paul Yugusuk mengatakan dia mendengar laporan tentang kerusuhan di Juba, daerah permukiman padat di Sudan selatan.

"Ada laporan, penduduk turun ke jalan sambil merusak toko-toko," ujar dia kepada wartawan di Uganda.

Masa Berkabung

Seorang petugas kemanusiaan pada Pelayanan Bantuan Katolik di Yei (Sudan selatan) mengatakan, sebagian orang melepaskan tembakan ke udara sebagai tanda berkabung.

Televisi Arab Al Jazeera melaporkan kerusuhan hebat melanda Khartoum selama beberapa jam. Dalam tayangan TV berbahasa Arab itu, seorang pria tampak berlumuran darah. Empat mobil di belakangnya terbakar.

BBC melaporkan, kerusuhan juga terjadi di beberapa kota lain. Orang-orang melemparkan batu ke pasukan polisi. Mereka juga merusak toko-toko di pinggir jalan.

Presiden Sudan Omar al-Bashir mengatakan kesepakatan damai tetap dilanjutkan. Untuk menghormati mendiang Garang, pemerintah menyatakan masa berkabung nasional selama tiga hari.

Mendiang sebetulnya berencana kembali daerah basisnya di New Site, Sudan selatan, setelah berkunjung ke Uganda untuk bertemu dengan Presiden Yoweri Museveni.

Enam penumpang lain dan tujuh awak helikopter kepresidenan Uganda tipe Mi 72 itu juga tewas dalam kecelakaan tersebut. Pihak berwenang mengatakan kecelakaan itu disebabkan oleh cuaca buruk.

Salva Kiir Mayardit, wakil Garang di SPLM, akan mengambil alih kepemimpinan gerakan tersebut.

Mayardit mengatakan SPLM tetap komit pada kesepakatan damai yang telah ditandatangani Garang, Januari lalu. Dia juga menyerukan seluruh warga Sudan untuk tetap tenang. Pihak SPLM menegaskan kematian Garang murni kecelakaan.

Lazaro Sumbeiywo, jenderal dari Kenya yang menjadi mediator kesepakatan damai itu, mengatakan siapa pun yang menjadi pemimpin SPLM juga akan menjadi Wapres Sudan. Hal itu telah diatur dalam perjanjian damai tersebut.

Namun sebagian kalangan mengatakan, masa depan perdamaian di Sudan bisa terancam dengan kematian Garang tersebut.(rtr-bbc-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA