| Selasa, 02 Agustus 2005 | BUDAYA |
Guns N' Roses Konser di Lima KotaJAKARTA - Tanpa diperkuat Slash dan William Axel Rose, dedengkot dan maskot yang membesarkan nama Guns N' Roses, bersiap tampil di lima kota di Indonesia. Tommy Pratama selaku promotor dari Original Production mengatakan hal itu di Jakarta, kemarin. Konser bertajuk Guns N' Roses Revisited World Tour 2005 - Indonesian Tour tersebut akan dimulai di Jakarta (Tennis Indoor Senayan, 24 Agustus), Malang (Dome Unmu Malang, 26 Agustus), Bali (Pulau Serangan, 28 Agustus, bersamaan dengan acara Soundrenaline), Yogyakarta (Yogya Expo Center, 30 Agustus), dan Medan (Selecta Royal Ballroom Lt 5 Medan, 1 September). Grup rock asal Amerika Serikat itu kemudian akan tampil di Singapore Expo, 3 September. "Ini adalah sebuah kehormatan yang sangat besar bagi kita disinggahi supergrup seperti Guns N' Roses," kata Tommy sembari menegaskan konsep konser yang didukung oleh A Mild Live ini adalah full band atau full concert. Meski hanya menyisakan satu anggota aslinya, kata Tommy, karisma GNR tetap mejadi fenomena tersendiri di jagad musik dunia. Formasi terkini GNR terdiri atas Steven Adler (drumer, pendiri dan formasi awal GNR), Tracy Guns (Co-founder GNR dan lead guitars LA Guns), Robbie Crane (bas, Ratt), Kery Kelly (gitar dan mantan personel Slash's Snakepit dan Vince Neil band), serta Sheldon Tarsha (lead vocal). Dengan semangat membawakan tembang-tembang hits yang terangkum dalam album yang meroketkan GNR, yaitu "Appetite for Destruction" (1987), grup beraliran raw brand of blues yang berdasar pada musik rock ini akan melantunkan nomor "Welcome to the Jungle", "Sweet Child O Mine", "Paradise City", hingga "Patience". "Mereka juga menjanjikan nomor andalan seperti Knockin on Heavens, Door, Don't Cry, Night Train, It's So Easy, My Michelle sampai Civil War," papar Tommy yang belum mematok harga tiket yang akan dijual. Dengan keberhasilan menggelar konser GNR, penyelenggara berharap imej tentang Indonesia akan membaik. "Dengan demikian travel warning dan bad image tentang Indonesia dengan sendirinya akan sirna," katanya. (G20-43). |