| Selasa, 02 Agustus 2005 | BUDAYA |
Banjir Membuat Bollywood Rugi 11,5 Juta Dolar ASBOMBAY - Banjir yang melanda India menyusul hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah negeri itu selama sepekan terakhir memaksa sejumlah studio di pusat industri film tutup. Hampir semua bioskop di India tak dikunjungi penonton karena banjir. Akibatnya, pusat industri film yang dikenal dengan nama Bollywood (gabungan dari kata Bombay dan Hollywood) menderita kerugian 500 juta rupee atau 11,5 juta dolar AS. Pengambilan gambar dari sedikitnya 12 film yang telah dijadwalkan terpaksa ditunda. Bioskop di seluruh kota di India kosong karena penduduk sedang berjuang untuk menyelamatkan nyawa mereka masing-masing. "Industri film menderita kerugian lebih dari 500 juta rupee selama musim hujan. Ini karena tak ada penonton yang datang ke bioskop, penutupan sementara banyak studio, penundaan pengambilan gambar dan kerusakah lampu, kostum serta peralatan film di gudang." kata analis industri film, Vikas Mohan. Tiga film baru yang dirilis akhir pekan lalu, yakni Yahaan, Sehar dan Sade Sath Phere tidak laku. Padahal, film Yahaan, yang merupakan karya perdana sutradara muda Shoojit Sircar, semula diramalkan bakal menjadi film laris. Sebab, film itu mendapat penghargaan khusus di Festival Osian's Cinefan ke-7 di New Delhi, dua pekan lalu, dan mendapat banyak pujian dari para krtikus film. Selain itu, film yang dibintangi Jimmy Shergill dan aktris pendatang baru Minissha Lamba itu mengangkat kisah yang menyentuh, khususnya bagi warga India. Yakni, kisah tentang perjuangan tentara India di Kashmir yang dipadu dengan kisah asmara di wilayah pegunungan bersalju tersebut. Tahun Sulit Tahun ini merupakan tahun sulit bagi Bollywood. Para analis memperkirakan industri film berbahasa Hindi itu mengalami kerugian 1,5 miliar rupee (34 juta dolar) selama semester pertama 2005 dibandingkan dengan 800 miliar rupee pada periode yang sama tahun lalu akibat kinerja "box-office" yang memprihatinkan. "Dari 105 film yang diproduksi antara Januari dan Juni 2005, hanya 10 yang sukses di pasaran atau dapat mengembalikan uang produksi," kata analis perdagangan Taran Adarsh. Pekan lalu hujan deras mengguyur wilayah pinggir bagian tengah dan barat kota Bombay, yang menjadi lokasi industri Bollywood secara keseluruhan, termasuk tempat tinggal para bintang, produser dan studio. Pengambilan gambar di Film City, kawasan yang disediakan pemerintah untuk lokasi syuting pun dihentikan. Tiga studio lain, Filminstan, Filmalay dan Shankaraman Studios di pinggiran Bombay bagian barat tutup dan tidak seorang pun dapat mencapai studio tersebut akibat hujan. "Hujan telah menunda pengambil gambar," kata Pahlaj Nihalani, presiden Asosiasi Produser Film Bioskop dan TV. Sebagian besar bintang film menghabiskan waktu mereka di mobil dalam perjalanan menuju rumah pada saat hujan deras melanda. "Saya belum pernah melihat kejadian seperti ini. Saya sedang dalam perjalanan dari kota menuju rumah setelah menyelesaikan beberapa detail untuk rilis film The Rising," kata aktor Aamir Khan. "Namun, saya merasa lebih sedih, karena begitu banyak orang kehilangan nyawa," tandasnya. Komentar itu dikemukakannya lantaran hampir 1.000 orang tewas di seluruh India barat pekan lalu akibat banjir. "Saya terjebak di mobil tanpa bisa bergerak, sehingga saya melakukan apa yang dilakukan orang lain, berjalan," kata bintang John Abraham. Bintang legendaris Bollywood, Amitabh Bachchan, juga mengalami kerugian, karena memorabilia keluarga dan filmnya yang langka rusak setelah dua bungalow miliknya diterjang banjir. (ant, B7-43) |