SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 01 Agustus 2005

- Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke China membawa berkah dan hasil yang cukup meyakinkan. Ibarat jaring disebar, banyak ikan didapat. Lewat lawatannya ke negara raksasa ekonomi baru yang nyaris tertunda itu, SBY berhasil menangguk investasi baru senilai 7,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 68 triliun. Tentu semua itu baru sebatas komitmen ataupun hasil kesepakatan kerja sama dengan sejumlah pengusaha di sana.

- ASEAN Regional Forum (ARF) mengalami langkah mundur, menyusul ketidakhadiran wakil tiga negara besar yang menjadi mitra penting ASEAN. Menlu AS Condoleezza Rice menyatakan tidak bisa hadir, dengan dalih sibuk menjalani misi penting di Timur Tengah. Menlu Jepang Nobutaka Machimura mengaku sibuk melakukan lobi di New York untuk mendapatkan kursi tetap Dewan Keamanan.

MENGUJI kemampuan sekolah, perlu dilakukan, untuk mengetahui keberhasilan proses kegiatan pembelajaran, sekaligus mengetahui keberhasilan pendidikan yang diterapkan di suatu negara. Melalui uji kemampuan, juga dapat diketahui pencapaian indikator keberhasilan, kemudian digunakan sebagai pembanding dengan negara lain.

KOMPLEKSITAS persoalan dunia pendidikan pada negara-negara dunia ketiga, sepertinya statis dari waktu ke waktu. Demikian halnya yang terjadi di Indonesia, persoalan pendidikan belum beranjak menuju perubahan yang cukup signifikan. Orientasi pendidikan tetap menjadi perdebatan klasik dan selalu dipertanyakan. Ke manakah arah pendidikan kita?

Terima kasih kepada warga masyarakat (dalam hal ini Bpk Aryo Widiyanto), yang tanggap dan peduli terhadap keberadaan Polri untuk lebih baik di masa datang. Saran dan harapan Sdr akan kami tindaklanjuti demi mewujudkan kemitraan antara masyarakat dengan Polri (khususnya Polres Kendal) guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif dan kamtibcarlantas di wilayah hukum Polres Kendal.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA