logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Agustus 2005 SALA
Line

Hari Ini Gubernur Lantik Sri Moeljanto-Seno Samodro

  • Perpaduan antara Generasi Tua dan Muda

BOYOLALI - Gubernur Jawa Tengah, H Mardiyanto, Senin (1/8) akan melantik bupati terpilih Drs H Sri Moeljanto dan wakil bupati terpilih Drs Seno Samodro. Pelantikan yang berlangsung dalam rapat paripurna itu akan berlangsung di Gedung DPRD Boyolali, Jalan Merbabu sekitar pukul 10.00. Lokasi atau tempat pelantikan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu menempati aula pendapa kabupaten.

Lokasi pelantikan memang diatur dalam Pasal 102 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6/2005 tentang Pelantikan dan Pengesahan Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota. Dalam PP tersebut antara lain disebutkan, pelantikan Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota di Gedung DPRD atau di tempat lain yang dipandang layak. ''Jadi, sudah sesuai dengan ketentuan dan lagi pula yang mempunyai kerja adalah DPRD,'' kata Sekwan, Drs Sugiyanto.

Pasangan yang dicalonkan Partai Golkar ini pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 27 Juni lalu berhasil menggungguli empat pasangan lainnya. Pasangan ini meraih 213.530 suara atau 41.75%.

Ketua DPRD Saptoto mengatakan, bupati terpilih Sri Moeljanto dan wakil bupati terpilih Seno Samodro merupakan perpaduan antara generasi tua dan muda.

Bupati terpilih sudah cukup berpengalaman di bidang pemerintahan. Apalagi selama dua kali pernah menjadi Ketua DPRD, sedangkan wakil bupati terpilih masih tergolong baru di bidang pemerintahan.

''Saya mengharapkan perpaduan antara generasi tua dan muda tetap kompak dan mampu menciptakan Boyolali yang lebih baik,'' kata bendahara DPC PDI-P ini.

Ekonomi Kerakyatan

Salah satu program yang mendesak untuk ditangani adalah pemberdayaan ekonomi rakyat. Selama ini tingkat kehidupan masyarakat masih belum seperti yang diharapkan dan berada dalam taraf yang memprihatinkan. Karena itu harus diutamakan dan dikedepankan. Lebih baik memprioritaskan pemberdayaan ekonomi rakyat ketimbang pembangunan fisik.

Saptoto juga mengharapkan agar pasangan bupati dan wakil bupati terpilih hendaknya senantisa menjalin hubungan atau komunikasi yang baik dengan pihak legislatif. Hubungan yang baik tanpa harus meninggalkan sikap kritis dari DPRD. ''Jadi, kami akan selalu kritis dan tidak henti-hentinya mengingatkan, bila dalam menjalankan roda pemerintahan terjadi penyimpangan dari ketentuan,'' katanya.

Sementara itu, Ketua Partai Golkar Bambang Sutoyo mengharapkan, pasangan bupati terpilih dan wakil bupati terpilih hendaknya mampu menciptakan Boyolali yang lebih kondusif, tenang, dan aman. Selama ini kehidupan masyarakat sudah mapan dan berbagai permasalahan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik. Jadi, pasangan ini harus lebih baik dalam menciptakan ketenangan dan ketentraman di masyarakat.

Bambang Sutoyo juga meminta visi-misi dari empat pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) diakomodasikan dan direalisasikan di lapangan. Sebab, visi-misi mereka cukup baik dan sangat urgen untuk diaplikasikan dalam kondisi sekarang. Karena itu, bupati terpilih dan wakil bupati terpilih tidak ada salahnya juga melaksanakan visi-misi mereka.

''Saya yakin bila diakomodasikan dengan baik, pemerintahan ini akan lebih kuat dan mampu menyentuh kepentingan masyarakat yang lebih luas,'' tandas bambang. (shj-16h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA