| Senin, 01 Agustus 2005 | PANTURA |
Harga Gabah Dikhawatirkan Anjlok
KAJEN- Hama wereng cokelat yang menyerang 1.556 ha tanaman padi di Kabupaten Pekalongan, dikhawatirkan membuat harga gabah makin anjlok pada masa panen mendatang. Sugiyanto (45), Ketua Kelompok Tani dari Sragi khawatir dengan harga gabah pada masa panen mendatang. Sebab dengan hasil panen yang bagus tanpa serangan hama saja, harga gabah sering turun. ''Jika diserang hama, hasil padi tidak begitu bagus,'' ujarnya. Slamet (39), petani lain asal Bojong mengaku pasrah menghadapi masa panen mendatang. Saat ini, dia hanya berkonsentrasi menyelamatkan tanaman dari serangan wereng. ''Saya sudah menyemprot empat kali, saya harap padi masih bisa dipanen,'' ungkapnya. Jika sampai harga gabah pada masa panen nanti menurun, kondisi petani bisa kian terpuruk. ''Untuk beli pestisida, pupuk, dan perawatan lain, saya terpaksa utang ke tetangga. Jika harga gabah anjlok, saya tak tahu bagaimana mengembalikan utang tersebut,'' paparnya. Seperti diberitakan sebelumnya (Suara Merdeka, 27/7), paling sedikit 1.556 ha tanaman padi di Kabupaten Pekalongan diserang wereng cokelat. Dari areal tanaman yang diserang hama, 1.478 ha rusak ringan dan 74 ha rusak sedang. Sisanya yaitu 3,7 ha dan 0,3 ha tanaman padi rusak berat dan puso. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan dokter hewan Djarot Rusmanto mengatakan, hama wereng cokelat yang menyerang tanaman padi tahun ini memang terbilang parah. Namun jika diatasi dengan baik, masih banyak tanaman yang bisa diselamatkan. Merusak Tanaman Ada beberapa jenis wereng yang biasa menyerang dan merusak tanaman padi, antara lain wereng cokelat, ijo, lorek, dan punggung putih. Semuanya bisa merusak tanaman padi dan menyebabkan hasil panen kurang bagus. Ketua Komisi D DPRD HM Sjafrudin Huna SIP MSi kemarin mengatakan, Pemkab harus proaktif untuk mengantisipasi kemungkinan anjloknya harga gabah atau pihak-pihak yang mencari kesempatan mendapatkan harga gabah semurah-murahnya. Komisi D meminta Pemkab segera menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah. Termasuk memberikan peringatan kepada KUD atau ricemill agar tetap membeli gabah sesuai dengan tarif dasar yang ditetapkan pemerintah. ''Pemkab harus secepatnya mengadakan rapat koordinasi. Sebab tidak ada serangan hama saja harga gabah turun, apalagi ada serangan hama,'' tandasnya. (G16-52s) |