logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Agustus 2005 PANTURA
Line

Cegah Perkelahian Pelajar dengan Berkemah

PERKELAHIAN antarpelajar yang pernah terjadi di Pemalang, membuat prihatin guru dan orang tua. Kejadian itu, biasanya dipicu oleh masalah sepele. Upaya untuk mencegah perkelahian seperti itu, harus dilakukan sejak dini, yakni sejak kali pertama anak masuk sekolah sebagai siswa baru. Saat mulai mengenal lingkungan baru, sikap mental siswa langsung dididik agar menjadi baik. Seperti yang dilakukan SMK Islam Pagaran, Pemalang, selama ini. Siswa sekolah tersebut mayoritas laki-laki. Jika tidak sejak dini ditanamkan rasa kesetiakawanan dan kedisiplinan, dikhawatirkan mereka akan terlibat tawuran.

Penanaman rasa kesetiakawanan itu, antar lain dilakukan melalui kemah bakti OSIS (KBO) bagi siswa baru. Dengan kegiatan itu, sekolah tersebut tidak pernah terlibat perkelahian pelajar dengan sekolah lain.

Kepala SMK Islam, Drs Wiyoni, mengungkapkan, selain KBO, seperti sekolah lainnya dilaksanakan pula program masa orientasi siswa (MOS) serta latihan dasar kedisiplinan dan kepemimpinan (LDKK). Kegiatan LGKK itu, melibatkan pula sejumlah anggota Polres sebagai instruktur.

"Semua kegiatan itu dimulai setelah siswa lulus seleksi administrasi dan tertulis," ujarnya.

Calon siswa baru yang mendaftar di SMK Islam pada tahun ini sebanyak 500 orang, dan yang dinyatakan lulus setelah melalui tahap seleksi berjumlah 280 orang. Mereka menempati tujuh lokal kelas, terdiri atas lima kelas untuk jurusan mesin otomotif, dan dua kelas jurusan elektronika. Mereka langsung mengikuti MOS selama dua hari.

Setelah itu, dilanjutkan LDKK selama tiga hari. Dengan instruktur 10 anggota Polres, siswa dilatih baris berbaris, latihan fisik, serta pengarahan mengenai bahaya narkoba dan kenakalan remaja, termasuk pencegahan terjadinya tawur antarpelajar.

Selesai LDKK, siswa juga dikirim untuk mengikuti KBO di Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal, dipimpin oleh Drs Sukandar.

Di pelosok desa itu, peserta yang berjumlah 400 orang, termasuk guru, mendirikan 26 tenda. Kegiatan yang dilakukan antara lain menyelusuri Sungai Waluh, renungan malam di tanah makam desa, dan kewiraan.

Dalam kegiatan itu, mental siswa dilatih agar menjadi insan yang bertakwa dan beriman kepada Allah. Selain itu, ditanamkan pula rasa kesetiakawanan dan berinteraksi dengan masyarakat desa melalui kegiatan bakti sosial berupa pengobatan masal secara gratis, bekerja sama dengan puskesmas dan donor darah.

Selain itu, juga membantu rehab dua masjid dan satu musala, memberikan buku tulis kepada 700 siswa SD kelas I dan II, seperangkat alat musik kasidah kepada ibu PKK, dan sejumlah paket sembako.

Acara ditutup dengan pengajian umum, yang dihadiri Ketua Yayasan SMK Islam, KH Kastolani Fatullah, dan Bupati Pemalang, HM Machroes SH.(Saiful Bachri-52a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA