logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Agustus 2005 PANTURA
Line

Masyarakat Masih Sangsi Tanggul Dapat Atasi Rob

PEKALONGAN - Masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Pantai Sari, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, masih sangsi terhadap tanggul yang dibangun oleh pemerintah saat ini, dalam mengatasi masalah rob.

Pasalnya, ketinggian tanggul yang dibangun hanya sekitar satu meter. Jika terjadi ombak besar, air laut dikhawatirkan tetap akan menggenangi permukiman.

Menurut Wakil Ketua RT 03 RW 15 Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Abdulah (80), tanggul yang digunakan untuk mengatasi abrasi seharusnya memiliki tinggi lebih dari 1,5 meter.

"Apabila sedang pasang, tinggi gelombang air laut bisa mencapai lebih dari satu meter. Jika tanggul dibangun hanya setinggi satu meter maka air laut dikhawatirkan akan dapat melewatinya dan mengakibatkan rob," ungkapnya.

Selain itu, muncul pula kekecewaan dari masyarakat mengenai panjang tanggul yang dinilai kurang memadai, karena tanggul yang dibangun saat ini hanya sepanjang 380 meter dan belum mampu memenuhi panjang pantai. Talud itu hanya mampu menutup bagian timur pantai, sedangkan sisanya masih terbuka.

Salah seorang warga yang rumahnya tidak terlindungi tanggul yaitu Juningsih (51) yang mengaku khawatir akan terkena imbas dari pembangunan.

Sebab, sebelum dibangun saja rumahnya sudah terkena rob, apalagi setelah nantinya tanggul selesai dibangun, rumahnya yang tidak terlindungi itu dipastikan akan terkena rob.

Karena itu, selain berharap pada pembangunan tanggul oleh pemerintah, warga di wilayah Pantai Sari juga menggalakkan rehabilitasi pantai dengan menanam pohon bakau dan pohon ketepeng. Mereka tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Pesisir Cinta Lingkungan (PMPCL).

Abdulah yang juga menjadi pengurus PMPCL mengatakan, warga yang terlibat dalam upaya itu sekitar 20 orang. Hingga saat ini, puluhan ribu pohon bakau dan ketepeng dalam proses pembibitan. Pohon itu akan ditanam di pinggiran pantai yang belum tertutup tanggul, mulai dari wilayah Pekalongan hingga Batang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekalongan Moch Feizal mengatakan, pembuatan tanggul atau penahan gelombang tersebut mulai dibangun pertengahan Juni dan direncanakan selesai dalam waktu maksimal tiga bulan. Biaya pembangunan penahan gelombang diperkirakan mencapai sekitar Rp 960 juta dan diambilkan dari dana APBD.

Dengan demikian, diharapkan air dari laut tidak masuk ke permukiman penduduk. Feizal mengatakan, pembangunan penahan gelombang tersebut akan dilakukan secara bertahap. Dari panjang penahan gelombang yang dibangun saat ini, belum seluruhnya mampu menutup abrasi yang terjadi di Pantai Sari.

"Pembangunan kali ini masih memprioritaskan wilayah yang langsung berhubungan dengan permukiman penduduk. Pemerintah akan mengupayakan pembangunan penahan gelombang yang lebih luas," ujarnya.

Feizal menjelaskan, selain penahan gelombang di pinggir pantai, akan dibangun pula penahan gelombang di tengah pantai dalam bentuk vertikal. Panjang penahan gelombang sekitar 100 hingga 200 meter dengan kedalaman menyesuaikan dalamnya air laut. Penahan gelombang tersebut diharapkan mampu menahan ombak di tengah laut, sehingga tidak sampai ke pantai. (H17-52d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA