| Senin, 01 Agustus 2005 | PANTURA |
Empat Tewas, Tiga SekaratKASUS bunuh diri di wilayah hukum Polres Tegal, sejak Januari lalu hingga akhir Juli ini berjumlah tujuh kasus. Dari jumlah tersebut, empat tewas dan tiga ditemukan dalam keadaan sekarat. Satu dari tiga orang yang ditemukan dalam sekarat mengalami koma hingga delapan hari. Hal itu dialami oleh Eko Haryanto (15), pelajar kelas VI SDN Kepunduhan, Kecamatan Kramat. Dia awalnya dirawat di RSU Mitra Siaga, Dampyak, Kramat. Kemudian dirawat inap di RSU Dokter Soeselo Slawi dengan biaya dari Pemkab. Kondisi koma yang dialami Eko, ungkap Direktur RS Mitra Siaga dokter Wahyu Heru Priyono, akibat kondisi Hypoxia, kekurangan oksigen sehingga pasien sulit bernapas. "Ya, itu terjadi karena jeratan kain ke lehernya terlalu kuat sehingga saluran pernapasannya terganggu," tutur dia. Pelaku bunuh diri berikutnya ditemukan dalam sekarat adalah Andi Purnomo (20), warga Desa Tegalwangi, Kecamatan Talang. Nyawanya tertolong di RS Dokter Soeselo Slawi. Tiga Pelajar Kapolres Tegal AKBP Drs Pambudi Pamungkas SH melalui Kasatreskrim Iptu Syaiful Wahyudi mengungkapkan, tiga pelaku bunuh diri tercatat berstatus pelajar. Dengan catatan, satu tewas dan dua dapat diselamatkan. Sementara itu, dari tiga orang yang ditemukan sudah tewas, salah seorang di antaranya Hadi Pranoto (36). Pegawai honorer RSU Kardinah Kota Tegal itu ditemukan tewas gantung diri di rumahnya Jalan Semanggi Raya 128 Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, 17 Januari lalu. Diduga, korban stres akibat ditagih janjinya oleh sejumlah orang yang ingin jadi PNS. Kejadian berikutnya yang mengakibatkan pelaku bunuh diri akhirnya tewas terjadi pada Kamis (24/2) malam sekitar pukul 14.30. Pelaku adalah Sukaryo (52), warga RT 2 RW 2, Desa Pendawa, Kecamatan Lebaksiu. Dia yang bekerja sebagai sopir di Jakarta diduga stres setelah memiliki dua istri. Selanjutnya Bunyamin (17), pelajar kelas II Logam 1 SMK Negeri 2 Adiwerna. Pada 17 April lalu, dia ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Desa Kaliwadas, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Kasus bunuh diri yang terakhir terjadi pada Sabtu (30/7) lalu. Dul Wahab (60), kakek yang tinggal di RT 4 RW 5 Desa Munjung Agung, Kecamatan Kramat ditemukan tewas gantung diri di belandar Mushala Baitul Mukmin. Menurut penuturan Dasirun (22), muazin di mushala itu, dia sangat terkejut ketika hendak menyetel kaset pengajian menjelang shalat asar. Sebab, pandangannya terantuk pada tubuh seseorang yang telah menggantung di belandar. Ketika dia mencermati dan mengenali tubuh orang tersebut, dia pun berteriak keras memanggil sejumlah orang. Beberapa warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kramat. Kapolsek Kramat AKP Moch Sahri SH dan Kanit Reskrim Aiptu Bolo Satriyo dengan beberapa anggotanya yang datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Beberapa menit kemudian, mayat yang tergantung itu pun diturunkan. Menurut keterangan Kapolsek, perbuatan pria tersebut murni bunuh diri. Sebab, pihaknya menemukan tanda-tanda penyebab yang kuat ke arah perbuatan itu, antara lain lidah menjulur keluar, ada cairan sperma pada alat kelamin, dan dubur mengeluarkan kotoran.(Riyono Toepra-52j) |