logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Agustus 2005 OLAHRAGA
Line

Suharno Penuhi Janji Atasi PS Palembang

BATANG-Janji pelatih Suharno untuk meraih kemenangan saat timnya melawan PS Palembang dibuktikan. Tim berjuluk Banteng Alas Roban itu mengubur ambisi kesebelasan dari Bumi Sriwijaya itu dengan kemenangan 3-2 (1-2), dalam pertandingan seru dalam putaran kedua Kompetisi Divisi I Wilayah I yang digelar di Stadion Muh Sarengat, Minggu sore kemarin.

Disaksikan sekitar 10 ribu pendukungnya, pada awal babak pertama tuan rumah bermain agresif. Namun, lawannya ternyata mampu membaca permainan mereka.

Bahkan pada menit ke-21, striker asal Kamerun, Junior, berhasil membobol gawang Prasetyo Sugiarto untuk membuat tim tamu memimpin 1-0. Ketinggalan satu gol, anak-anak Batang meningkatkan tempo permainan.

Pada menit ke-38, bek sayap Jordi Kartika mengirimkan bola lambung ke gawang. Risdiyanto menyambutnya, namun bola mengenai mistar.

Bola pantul itu berhasil dimanfaatkan gelandang menyerang yang bertubuh pendek, Agus ''Grandong'' Purwoko. Dia melompat untuk menyundul bola, yang akhirnya masuk di pojok kanan gawang Fauzi.

Kedudukan 1-1 itu tak bertahan lama. Pada menit ke-44, Junior kembali mencocor bola muntah dari pelukan kiper.

Pemain belakang tua rumah tidak ada yang bergerak, karena mengira pemain lawan dalam posisi offside. Tapi, wasit Drs Arifin Saad tetap mengesahkan gol itu.

Pada babak kedua Suharno menarik Jordi dan Hambali. Mereka digantikan Sugiarto Ambon dan Suari. Masuknya dua pemain baru ini, meningkatkan irama permainan timnya.

Pulang

Gempuran demi gempuran terus dilancarkan. Namun, beberapa kali pelanggaran pemain belakang PS Palembang terhadap personel Persibat tak digubris wasit. Itu menyebabkan Ketua Umum Persibat Bambang Bintoro SE emosi. Bupati Batang itu akhirnya memilih pulang meninggalkan stadion.

Menghadapi situasi demikian, Suharno dari pinggir lapangan minta agar anak-anak asuhannya tenang. Instruksi itu dijalankan pemainnya.

Pada menit ke-66 kapten Simon Atangana mendapat umpan lambung dari gelandang menyerang Ahmad ''Ajae'' Chudlori. Bola disundul tanpa bisa ditangkap kiper, 2-2.

Dukungan suporter Roban Mania dan Batang Mania, menjadikan motivasi skuad Persibat bertambah. Serangan gencar terus dilakukan. Itu membuat lini pertahanan Palembang yang terdiri dari Antonio, Agustus, Roni Fadli, dan kapten Doni Fahamsyah harus berjuang keras.

Bahkan, wasit memberikan kartu kuning kepada Agustus. Menit ke-81 Persibat membangun serangan dari bawah. Serangkan itu membuat barisan belakang lawan kacau. Pemain depan asal Limpung, Suari melakukan tendangan voli tanpa bisa dijangkau Fauzi, gol. Stadion Muh Sarengat membahana dengan suara penonton maupun genderang yang ditabuh.

Kedudukan itu tetap bertahan sampai wasit meniup peluit panjang tanda babak kedua selesai. Ratusan penonton langsung menyerbu pemain maupun pelatih. Bahkan, karena gembiranya Roban Mania menggotong pelatih Suharno.

Saat pemain tiba di mes, mereka disambut Koordinator Tim H Eddy Witjaksono. ''Alhamdullilah, meskipun sempat frustrasi, anak-anak bermain penuh semangat.''

Suharno enggan berkomentar banyak atas kemenangan itu. ''Silakan tanya kepada peononton. Yang jelas anak-anak bermain luar biasa. Terima kasih atas doa dan restu masyarakat Batang, demikian pula suporter Roban Mania dan Batang Mania atas dukungannya terhadap Persibat.''

Pelatih PS Palembang Abdul Rahman Gurning mengakui keunggulan tuan rumah. ''Kita memang kalah, karena lawan lebih bagus,'' ujar mantan pemain Medan Jaya di era Kompetisi Galatama ini.(ar-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA