| Senin, 01 Agustus 2005 | NASIONAL |
SOSOKKurangi Hukuman Anak
PERBUATAN kriminal seorang anak yang menyeretnya masuk ke Lapas Anak, salah satunya disebabkan ketidakmampuan orang dewasa untuk memberikan kehidupan yang layak bagi mereka. Karena itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak Dr Seto Mulyadi mengusulkan agar remisi hukuman bagi anak-anak yang menjalani hukuman penjara - yang selama ini diberikan pada Hari Kemerdekaan dan Hari Besar Agama - juga diberikan pada saat Hari Anak Nasional. ''Karena tujuannya di Lapas Anak bukan sebagai bentuk hukuman terhadap anak-anak, tetapi untuk dididik agar menjadi lebih baik saat dikembalikan kepada orang tuanya. Mereka itu berbuat demikian karena menjadi korban ketidakmampuan orang dewasa,'' kata pria asal Klaten yang juga pencipta si Komo tersebut, di sela-sela Kongres Anak Nasional, beberapa waktu lalu. Seto juga menilai bahwa dewasa ini, kondisi anak-anak Indonesia ibaratnya sebuah potret buram. Karena itu, Kongres Anak-Anak mendesak agar pemerintah membentuk Kementerian Khusus Anak-Anak agar perhatian pemerintah bisa lebih fokus dan tidak tumpang tindih. ''Kalau Menpora yang alokasi dananya Rp 350 miliar saja bisa berdiri kementerian, apalagi anak-anak yang mendapat alokasi dana sampai Rp 5 triliun. Jangan sampai tercipta hilangnya generasi penerus karena salah urus ,'' ujarnya (Hartono Harimurti-34v) | ||||