| Senin, 01 Agustus 2005 | NASIONAL |
SOSOKMenyimpan Duka
TAK ada yang berubah dalam pakeliran dalang kondang Ki Manteb Soedharsono. Demikian pula saat ndalang semalam suntuk di depan ribuan penonton yang memadati Alun-alun Sidoarjo, Jatim, penampilannya tetap memukau. Sabetan khas, guyonan geculan yang mengundang tawa, tetap saja mengalir. Yang berbeda saat usai mendalang. Dia tampak bergegas kembali ke hotel, mengemasi barangnya, dan segera terbang ke Jakarta dengan pesawat paling pagi dari Surabaya. Mendalang lagi ? Tidak. Dia terburu-buru ke Jakarta bukan karena ada jadwal lagi. Namun Ki Manteb harus segera ke Rumah Sakit MMC Jakarta. Sudah sebulan lebih ini, istri tercintanya, Hj Sri Suwarni, dirawat di rumah sakit MMC Jakarta setelah terkena serangan stroke. ''Saya harus segera mendampingi istri saya. Saya minta maaf kepada seluruh penggemar, kalau biasanya usai mendalang, saya meladeni berdiskusi dengan mereka di lobi hotel, sekarang tidak bisa. Saya tidak ingin berlama-lama meninggalkan ibunya anak-anak,'' kata dia. Ki Manteb memang tengah berduka karena sakitnya sang istri. Namun dia harus menyimpan duka itu ketika mendalang. Dia sangat paham profesinya menuntut profesionalisme. Dia harus tampil prima di depan khalayak penggemarnya, seakan tidak pernah ada duka yang ada dalam dirinya. ''Yah, itu tuntutan profesi. Kalau saya larut dan menunjukkan duka saya di depan publik, jelas pakeliran saya akan kacau. Jadi saya harus bisa menyimpan kesedihan saya itu dalam-dalam. Saya harus tetap tampil seperti biasanya,'' tandas dia, sambil menunduk seakan menyimpan kesedihannya sendiri. Dia memang masih tampil mendalang, sebulan paling tidak 10-15 tempat. Bulan Juli saja, dia mendalang di 12 tempat dan pada Agustus sudah ada 14 jadwal mendalang. Semuanya tetap diterima, karena dari mendalang itulah sumber kehidupannya. Jika mendalang, anak-anaknya yang menunggui istrinya di rumah sakit. Usai mendalang, dia langsung terbang kembali ke Jakarta.(Joko Dwi Hastanto-34v). | ||||