| Senin, 01 Agustus 2005 | NASIONAL |
Dana Keagamaan Ditambah Rp 2,206 MPERHATIAN untuk bidang sosial keagamaan di Jateng tampaknya makin meningkat. Setidak-tidaknya itu terlihat dari penambahan alokasi anggaran di APBD 2005 Perubahan saat pembahasan di komisi-komisi. Ketika dibahas di Panitia Anggaran (PA), masih diberikan tambahan lagi Rp 2,206 miliar. Sektor sosial keagamaan itu merupakan salah satu yang mendapat alokasi anggaran dari saving dana yang masuk ke PA. Dana saving berasal dari rasionalisasi pembahasan di semua komisi. Selanjutnya oleh PA dialokasikan ke beberapa sektor yang dianggap penting dan menjadi prioritas. Anggota PA DPRD Jateng Ali Mansyur HD mengatakan, setelah selesai pembahasan perubahan anggaran di komisi-komisi, ada dana sisa yang masuk di PA Rp 6,135 miliar. Dana sebesar itu dari hasil rasionalisasi saat pembahasan di komisi-komisi. Setelah rapat di PA, kata anggota Dewan dari PKB itu, dana sisa itu akhirnya habis dialihkan ke sejumlah sektor yang dianggap masih perlu mendapat tambahan anggaran. Salah satunya sektor sosial keagamaan. Ali Mansyur yang juga anggota Komisi E DPRD Jateng tersebut mengungkapkan, dalam APBD 2005 murni bantuan sosial keagamaan Rp 21,036 miliar. Pada perubahan diusulkan tambahan Rp 3 miliar. Oleh Komisi E disetujui ditambah lagi Rp 1,329 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp 25,365 miliar. Kemudian dalam rapat PA masih ditambah lagi Rp 2,206 miliar. Selain untuk sektor sosial keagamaan, sesuai dengan keputusan PA, saving dana juga dialokasikan untuk tambahan anggaran pendidikan. Pada APBD murni telah dianggarkan Rp 157,768 miliar untuk sektor tersebut. Selanjutnya di perubahan diajukan tambahan sehingga menjadi Rp 171,577 miliar. ''Oleh panitia anggaran ditambah lagi Rp 1,395 miliar,'' ungkap Ali Mansyur. Penambahan anggaran baik untuk bantuan sosial keagamaan maupun pendidikan itu disebutkan untuk mengakomodasi banyaknya proposal yang masuk dari masyarakat. Bantuan itu akan diberikan langsung dengan cara transfer melalui rekening bank. Selain untuk sosial keagamaan dan pendidikan, saving dana yang masuk ke PA juga dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Rp 814 juta, tambahan biaya kegiatan lingkungan kerja Rp 43,650 juta, dan pengadaan dua mobil untuk pengangkutan benih di Balai Pembenihan Ikan Dinas Perikanan Jateng Rp 196 juta. ''Pembelian mobil untuk mendukung pembenihan di Jateng,'' kata politikus asal Pati tersebut. Dia menambahkan, untuk penanganan gizi buruk di Jateng juga mendapat tambahan Rp 1 miliar, sedangkan bantuan untuk Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Rp 148 juta. Tambahan di Dinas PSDA itu untuk membayar gaji non-PNS yang belum dianggarkan di APBD 2005 murni. Ali Mansyur mengungkapkan, sebenarnya masih ada beberapa kegiatan lain yang diajukan ke PA. Namun belum bisa disetujui sehingga diusulkan solusi lainnya. Contohnya, dana untuk revitalisasi pos pelayanan terpadu (posyandu) di 8.567 desa/kelurahan. Usulan untuk ada kucuran Rp 1 juta per desa/kelurahan, masih ditunda penganggarannya. Namun tetap direncanakan akan dianggarkan pada RAPBD 2006 murni. (Setiawan HK-41t) |