| Senin, 01 Agustus 2005 | NASIONAL |
Singgih Dimakamkan secara MiliterJAKARTA- Setelah disemayamkan di Sasana Pradata dan dishalatkan di Masjid Baitul Adli Kejaksaan Agung pada pagi harinya, jenazah mantan jaksa agung Singgih pada siang kemarin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta dengan upacara militer. Upacara tersebut dipimpin langsung Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Tampak hadir dalam upacara itu mantan jaksa agung dan pejabat tinggi Kejakgung seperti Marzuki Darusman, Andi M Ghalib, dan Ismujoko. Tembakan salvo mengiringi pemakaman Jaksa Agung RI 1990 - 1998 tersebut. Saat pesemayaman di Sasana Pradata, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi hadir. Setelah memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Singgih, Presiden SBY menyampaikan rasa turut berduka cita kepada keluarga almarhum. Selain Presiden, beberapa tokoh nasional juga hadir di Sasana Pradata, seperti mantan menkeh Ismail Saleh, mantan menlu Ali Alatas, Wakil Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, serta advokat senior Adnan Buyung Nasution. Sebagian di antara mereka ikut mengantar jenazah ke TMP Kalibata. Pada Sabtu malamnya beberapa tokoh nasional telah melayat ke rumah duka di Jalan Cempaka Putih Timur Raya No 12A Jakarta Pusat. Di antaranya mantan presiden Soeharto, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Wakil Ketua MPR AM Fatwa, mantan ketua DPR Akbar Tandjung, mantan ketua MPR dan menpen H Harmoko. Sebagaimana diberitakan, Singgih yang kelahiran Jombang, Jawa Timur, 23 Juni 1933, meninggal dunia pada Sabtu pukul 15.05. Sebelum meninggal, Singgih sejak 4 Juli lalu menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Gleneagles Karawaci, Tangerang, karena stroke. Singgih meninggalkan seorang istri, Ny Renny Singgih, dan empat anak, yaitu Dwi Harnadi Budi Cahyono, Tri Harnoko, Diana Chandra Rina Riyanto, dan Redianto Heru N. Singgih yang merupakan jaksa agung dari jaksa karier, selama hidupnya dikenal sebagai sosok yang tegas, berwibawa, dan santun. Dengan gayanya yang njawani ini, membuat para bawahannya menjadi sangat malu dan takut bila sampai berbuat salah.(F4-41t) |