| Senin, 01 Agustus 2005 | NASIONAL |
16 BUMN Terlibat Korupsi
YOGYAKARTA - Pemerintah melalui instansi berwenang menemukan 16 BUMN yang diduga terlibat korupsi. Ke-16 perusahaan tersebut kini sedang dalam pemeriksaan. Sebagian ada yang sudah sampai ke tahap penyidikan. Demikian diungkapkan Menteri Negara BUMN Sugiharto, ketika berada di Kantor PP Muhammadiyah, semalam. Kedatangannya ke sana dalam rangka melakukan kerja sama upaya pemberantasan korupsi di tubuh BUMN. ''Saat ini ada 16 BUMN diduga terlibat korupsi, mereka yang diindikasikan terlibat sedang dalam proses pemeriksaan. Nilanya triliunan rupiah, rata-rata satu BUMN sekitar Rp 1 triliun,'' ujar Sugiharto. Pada kesempatan tersebut dia menjelaskan saat ini ada 158 BUMN dengan 616 anak perusahaan dan jumlah kekayaan mencapai Rp 1.303 triliun. Dari seluruh BUMN, 127 merupakan perusahaan yang bisa memperoleh keuntungan sedangkan sisanya merugi. Kendati masih bisa meraup keuntungan namun menurutnya masih jauh di bawah perusahaan swasta. Karena itu perlu pengelolaan secara optimal agar keuntungannya juga maksimal. Dengan begitu keuntungan yang diperoleh negara bisa lebih besar dan dapat dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. ''Kami sudah mengampanyekan good corporate government, tata kelola yang lebih baik dan transparan di masing-masing BUMN. Harapannya kebocoran akan semakin sedikit,'' tandas Sugiharto. Berantas Korupsi Sementara itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin menyambut baik kemitraan untuk memberantas korupsi di tubuh BUMN. Muhammadiyah sebagai lembaga dakwah mempunyai kewajiban menjalankan amar makruf nahi munkar. Saat ini pihaknya sudah membentuk pokja pemberantasan korupsi bekerja sama dengan NU. ''Muhammadiyah sangat mendukung pemerintah melakukan gerakan antikorupsi mulai sejak dini. Melalui lembaga-lembaga pendidikan kami sudah mengajarkan hal itu,'' ujar Dien. (D19-46v) |