logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Agustus 2005 NASIONAL
Line

Hukuman bagi Koruptor, RI Perlu Belajar dari China

JAKARTA-Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid berharap pemerintah Indonesia melalui kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke China pada 27 hingga 30 Juli 2005, dapat menarik pelajaran dari negeri tersebut dalam menerapkan hukuman keras terhadap para koruptor.

Hidayat yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, menganggap perlunya keluarga para koruptor ditangkap sebagai upaya untuk memperluas kampanye pencegahan tindakan korupsi.

"Salah satu yang bisa dipelajari dan diadopsikan dan itu mungkin, yakni penghukuman yang sangat berat kepada para koruptor secara langsung. Jadi tidak perlu melakukan pengadilan yang bertele-tele, apalagi akhirnya dibebaskan," kata Hidayat usai mengikuti pertandingan bola voli antara Tim PKS melawan Tim Kepresidenan yang dipimpin Presiden SBY di Jakarta, Minggu kemarin.

Hukuman keras itu, ujar Hidayat, harus benar-benar diterapkan kepada siapa pun yang terbukti melakukan korupsi dan merugikan keuangan negara serta kepercayaan rakyat.

Bahkan, Hidayat menyatakan para koruptor wajar jika dikenai hukuman mati sambil dirinya mengutip bahwa Nadhlatul Ulama memfatwakan dibolehkannya hukuman mati bagi koruptor. "Kalau pun tidak dihukum mati, maka hukuman yang sangat keras diterapkan dengan penyitaan aset ekonomi yang dimiliki para koruptor," katanya.

Hukuman yang sangat keras itu, tambahnya, juga berupa penangkapan terhadap keluarga para koruptor.

"Kenapa hal itu sangat penting, karena kadang-kadang korupsi itu dilakukan oleh seorang koruptor bukan karena kemauan dirinya, tetapi keluarga yang mendorong-dorong terjadinya korupsi," katanya.

Penangkapan yang dilakukan terhadap keluarga koruptor, menurut dia, akan memberikan efek jera bagi masyarakat. "Supaya para keluarga juga menjadi benteng untuk mengingatkan para pejabat atau siapa pun yang melakukan korupsi untuk tidak melakukannya karena keluarga nantinya juga akan ikut kena malu," tuturnya.(ant-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA