| Senin, 01 Agustus 2005 | NASIONAL |
Tebing Longsor, Empat Tewas
GROBOGAN- Empat orang tewas akibat tertimbun longsoran tebing batu kapur Maskumambang di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Tanggungharjo, sekitar 60 km dari pusat kota Kabupaten Grobogan. Musibah itu terjadi Minggu (31/7) pukul 07.30. Selain empat korban, tiga truk bernomor polisi K-9486-RA, H-9606-FF, dan H-1408-YN juga tertimbun material batu kapur setinggi lebih dari 7 meter. Longsor tersebut mungkin terjadi karena bagian atas bukit tidak stabil. Sebab, bagian dasar ditambang dengan cara membuat terowongan. Keempat korban meninggal adalah Agus (37) warga Desa Manggarmas RT 4 RW 1, Kecamatan Godong, Sri Indrowati (54) warga Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Matoha (25) dan Yudi (25), keduanya tinggal di Desa Brambang, Kecamatan Karangawen, Demak. Agus adalah sopir truk H-9606-FF, pengangkut material milik Sri Indrowati. Sementara Matoha dan Yudi adalah pengemudi serta kernet truk H-1408-YN. Matoha dan Yudi baru bisa dievakuasi pukul 19.30. Keempat korban saat ini sudah diambil oleh keluarga masing-masing. Tiga truk yang akan digunakan untuk mengangkut batu kapur itu rusak parah. Bak belakang truk H-9066-FF ringsek. Sedangkan dua truk lainnya hingga semalam belum bisa dikeluarkan dari reruntuhan. ''Karena sudah malam, evakuasi truk akan dilanjutkan besok pagi (pagi ini). Untuk sementara lokasi kejadian dijaga aparat kepolisian,'' kata Kapolsek Tanggungharjo AKP Syamsudin, semalam. Peristiwa nahas itu terjadi ketika para penambang batu dan korban hendak mengambil material yang ditumpuk di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah saksi mata mengatakan, pagi itu tiga orang di bawah terowongan bukit untuk mengambil material. Salah seorang pekerja yang selamat, Supardi (65), mengaku, mendengar suara bergemuruh di lokasi penambangan milik H Kusno. Tebing yang biasa ditambang sekitar 30 warga Tanggungharjo itu ternyata ambrol. ''Kula lajeng mlayu kalih tulung-tulung (Saya pun lari dan berteriak minta tolong),'' kata Supardi. Karena longsor begitu cepat, keempat korban tewas yang saat itu di dalam truk dan tepat di bawah tebing tidak sempat menyelamatkan diri. ''Saya tidak tahu bagaimana kejadiannya. Saat itu saya hanya berusaha menyelamatkan diri. Lalu meloncat bersembunyi di balik truk,'' kata Marjimah (55), penambang lain yang berhasil selamat. Warga Desa Tanggungharjo itu tidak mampu berjalan karena kakinya terkilir saat melompat. Selain dia, ada enam warga Tanggung yang selamat dalam kejadian yang singkat itu. ''Mereka adalah Mubin, Subekhan, Sipardi, Musripah, Amin, dan Suripah,'' katanya. Pemegang izin areal penambangan Maskumambang, H Kusno, mengatakan, areal miliknya kurang lebih 6 hektare. Usaha penambangan itu sudah sejak tahun 1994. Kusno juga mengaku mengantongi izin penambangan. ''Saya tidak hafal jumlah pekerja di lahan itu, tetapi pada saat musim paceklik bisa mencapai 30 orang,'' katanya. Sementara itu, proses evakuasi sempat terhambat karena escavator baru tiba di lokasi sekitar pukul 16.00. Ratusan warga yang berduyun-duyun hendak menyaksikan proses evakuasi juga ikut menghambat masuknya alat berat ke lokasi penambangan. (H3,H5-46t) | ||||