logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Agustus 2005 NASIONAL
Line

Kemenangan di Depan 40 Ribu Penonton


DUEL DI UDARA: Pemain PSIS Harri Salisburi (kanan) duel di udara dengan pemain Persija, Batoum Roger, saat berebut bola dalam pertandingan Liga Djarum Indonesia 2005 di Stadion Jatidiri, Minggu (31/7) kemarin. Tuan rumah PSIS berhasil memenangi pertandingan dengan skor 1-0.(57v)

SEMARANG- Sekitar 40 ribu penonton di Stadion Jatidiri berpesta. Mereka bernyanyi dan meneriakkan yel-yel kemenangan sambil menebar serpihan kertas warna-warni ke udara. Suasana semakin meriah dengan nyala merah kembang api yang dibawa beberapa penonton di tribune barat, timur dan selatan. Letusan petasan pun melengkapi kegembiraan mereka.

Ya, pendukung Mahesa Jenar sore itu memang patut bergembira. Tim kebanggaannya, PSIS Semarang, berhasil menaklukkan pimpinan klasemen sementara Wilayah I, Persija Jakarta Pusat, 1-0. Esaiah Pello Benson menjadi pahlawan kemenangan dengan mencetak gol ke gawang Hendro Kartiko pada menit ke-13. Di putaran pertama lalu, dia juga mencetak gol semata wayang bagi PSIS. Namun, saat itu anak-anak asuhan Bambang Nurdiansyah kalah 1-2.

Pada pertandingan sore kemarin, penonton meluber hingga ke sintelban. Sekeliling lapangan seakan terkurung oleh berjubelnya penonton yang duduk dan berdiri di lintasan lari tersebut. Pada waktu jeda, mereka malahan semakin bertumpuk di sintelban. Penonton yang semula berdesakan di tribune memilih turun agar lebih puas menikmati pertandingan.

Mendapat dukungan penuh seperti itu, Emmanuel de Porras dan kawan-kawan memperlihatkan permainan terbaiknya. Mereka bermain tenang, sabar dan disiplin untuk mengimbangi permainan anak-anak asuhan Arcan Iurie. Pressing ketat yang diinstruksikan Bambang untuk mematikan pergerakan para pemain Persija pun dijalankan secara baik.

Wajar, jika ketegangan antarpemain sering terjadi di awal-awal babak pertama. Lihat saja, pertarungan Porras dengan Ambassa, Maman Abdurahman dengan Batoum Roger, M Ridwan dengan Ortizan Salosa, serta Harri Salisburi dengan Ismed Sofyan. Pada setiap perebutan bola, mereka tak jarang saling sikut atau melakukan takling keras. Bahkan, tidak ada bola pun mereka kadang melakukan hal itu.

Dorong-mendorong

Pada menit ke-18, hampir saja terjadi perkelahian antarpemain. Fofee Kamara yang mengganjal Fatecha hingga jatuh terguling-guling mendapat reaksi keras dari para pemain Persija. Mereka mendatangi Fofee hingga terjadi dorong-mendorong antarpemain. Namun, ketegangan tersebut berhasil diredakan wasit.

Ketegangan demi ketegangan pun terus berlanjut. Pada menit ke-31, Ismed Sofyan menanduk kepala Harri Salisburi. Mendekati pertandingan berakhir, Ortizan Salossa memukul kepala M Ridwan. Namun, wasit tidak memberikan kartu kuning.

Meski demikian, ketegangan tersebut tidak memengaruhi permainan PSIS. Mereka tidak emosi dan tetap tenang memainkan bola dari kaki ke kaki.

Pola demikian sudah terlihat sejak awal babak pertama. Mereka mampu menekan pertahanan tim tamu yang digalang Charis Yulianto. Bahkan, pada menit ke 3, Porras sudah mengancam gawang Hendro. Sayang, tendangan keras pemain asal Argentina dari sudut sempit itu masih bisa ditangkap kiper. Porras memang terlihat ambisi membobol gawang mantan timnya.

Tekanan-tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-13. Tendangan bebas Harri Salisburi dari luar kotak penalti langsung ditanduk Esaiah Pello Benson yang ada di depan gawang. Bola meluncur deras ke pojok kiri atas gawang Persija. Hendro yang berusaha menjangkaunya, gagal.

Jala Macan Kemayoran pun bergetar. Seisi Stadion Jatidiri langsung ikut bergetar. Penonton bersorak-sorai merayakan gol tersebut. Gol Benson itu sekaligus membungkam segelintir pendukung Persija, Jakmania, yang sedang menyemangati tim kesayangannya dengan nyanyian dan yel-yel di tengah-tengah kelompok suporter Snex.

''Ini gol kedua saya ke gawang Persija di musim ini. Saya puas karena bisa membawa kemenangan PSIS. Gol tersebut untuk tim, manajer, pelatih dan penonton,'' kata Benson di kamar ganti sore kemarin.

Sebenarnya, dua menit kemudian, dia juga punya peluang membobol gawang lagi. Namun, tendangannya lemah sehingga mudah ditangkap kiper.

Bertahan

Peluang emas lainnya juga dimiliki Abdoulaye Djibril pada menit ke-33 dan Porras menit ke-43. Tendangan mereka masih mampu selematkan Hendro.

Di babak kedua, permainan tuan rumah sedikit menurun. Permainan agresif penuh pressing yang diperlihatkan di babak pertama tidak terlihat lagi. Emmanuel de Porras cs cenderung main bertahan. Mereka hanya mengandalkan Porras bertarung sendiri di lini depan.

Tentu saja kondisi tersebut dimanfaatkan Charis Yulianto cs untuk balik menekan pertahanan PSIS. Para pemain Persija yang mempunyai teknik permainan individu tinggi, berkali-kali membahayakan gawang PSIS yang dijaga I Komang Putra. Serangan-serangan mereka sangat terencana dan tersusun rapi. Serangan tersebut tidak hanya melalui kedua sayap, tapi juga lini tengahnya yang kreatif. Tak heran, jantung penonton pun dibuat berdebar-debar dengan aksi-aksi pemain Persija saat memasuki kotak penalti.

Peluang emas pun dimiliki mereka pada menit ke-71. Kemelut di depan gawang I Komang Putra hampir saja berbuah gol. Beruntung bola yang berada di mulut gawang langsung disapu Idrus Gunawan.

''Permainan anak-anak drop di babak kedua. Sebagai pemain profesional, seharusnya itu tidak boleh. Mereka harus bisa bermain seperti babak pertama,'' kata Bambang Nurdiansyah.

Seusai pertandingan, wasit Suwartono langsung dikejar dan dikerubuti para pemain dan ofisial Persija. Mereka dengan berang mempertanyakan keputusannya meniup peluit tanda permainan usai, karena dalam perhitungan kubu Macan Kemayoran waktu pertandingan masih tersisa beberapa menit lagi. Protes mencecar juga dilakukan kepada wasit cadangan M Taufik soal injury time dan waktu terhentinya pertandingan saat beberapa pemain mengalami cedera.

Sontak protes tersebut menggusarkan pendukung PSIS, baik yang berada di tribune maupun sintelban. Beberapa botol air dilemparkan ke arah pemain dan ofisial Persija. Sementara penonton yang berada di sintelban mencoba mendekati mereka.

Beruntung petugas keamanan yang siap mengantisipasi segera menghalau pendukung PSIS dan membawa tim Persija ke tengah lapangan. Tak urung, beberapa kali tembakan ke udara dilakukan aparat untuk menghalau massa yang bergeming. Para pemain Persija dan ofisialnya yang meradang pun berhasil dibujuk untuk memasuki ruang ganti, sehingga keributan tidak berkepanjangan. (H13,aim-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA