| Senin, 01 Agustus 2005 | KEDU & DIY |
Bupati Terpilih Kesulitan Sejahterakan RakyatYOGYAKARTA - Guru Besar Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM Prof Dr Riswandha Imawan menyinyalir, para bupati/wakil bupati terpilih dalam pilbup di berbagai daerah akan menemui kesulitan dalam upayanya menyejahterakan rakyat. Selama belum ada pengubahan aturan-aturan berkaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan itu, mereka akan berpikir ulang untuk berbuat sesuatu untuk menyejahterakan rakyatnya. Hal itu disampaikan Riswandha Imawan ketika berbicara di depan 200-an nasabah Bank BNI se-Jateng/DIY, Jumat (29/7). Sebab, ungkapnya pada acara di Hotel Hyatt Yogyakarta, mereka akan berpikir ulang membuat terobosan-terobosan karena takut terjerat pasal-pasal tindak pidana korupsi. Dalam upaya menyejahterakan rakyatnya, lanjut Riswandha, mereka harus membuat langkah terobosan. Akan tetapi ketika langkah itu mereka lakukan, pada akhir masa jabatan terancam tudingan melakukan tindak pidana korupsi seperti mantan Bupati Gunungkidul Drs H Yutikno. Padahal, lanjutnya, setelah terpilih dalam pilbup mereka berkewajiban menyejahterakan rakyatnya melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing. Riswandha juga mengkritik orang yang banyak bicara tentang desentralisasi namun mereka tidak memahami prinsipnya, yaitu bagaimana mengatur kewenangan dan bukan urusan. ''Logikanya, desentralisasi itu adalah bagaimana mendekatkan pelayanan kepada publik. Bukan memanjangkan prosesnya,'' ujarnya. Didampingi Dirut Bank BNI Sigit Pramono dan Butet Kertarajasa, Riswandha menunjuk contoh akibat panjangnya proses untuk mengurus suatu usaha telah mengurangi modal yang dipinjam dari perbankan untuk mengurus berbagai perizinan. Pada gilirannya, keadaan ini berpotensi mengakibatkan terjadinya kredit macet. Secara khusus untuk lebih menumbuhkembangkan perekonomian di DIY, ujar Riswandha, seharusnya Pemerintah Provinsi menentukan kebijakan yang tidak mencampuradukkan berbagai kepentingan. Misalnya kawasan Kota Yogyakarta untuk pendidikan, Kabupaten Sleman untuk kawasan bisnis, dan Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo untuk industri. Acara Temu Nasabah itu dimeriahkan oleh penampilan grup musik Sinten Remen pimpinan Djaduk Feriyanto.(P58-55j) |