| Senin, 01 Agustus 2005 | EKONOMI |
Produk Pertanian Dipamerkan di Mal
SEMARANG- Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Semarang memfasilitasi kegiatan pameran produk unggulan pertanian untuk mengembangkan usaha para petani. Kegiatan tersebut didasari kondisi petani yang umumnya masih merasa kesulitan dalam mengakses informasi pasar, teknologi dan permodalan. Promosi tersebut berlangsung di Hall Nakula lantai dasar Plasa Simpanglima selama empat hari (28-31/7). Peserta pameran terdiri dari kelompok tani, asosiasi petani sayur, kelompok pengolah hasil pertanian, kelompok pengolah beras organik dan potensi pertanian lainnya yang terbagi dalam 18 stan. Menurut Nursalim, panitia pameran, saat berlangsungnya panen produk pertanian seringkali petani kesulitan pemasaran. Padahal stok produk pertanian menumpuk. Oleh karena itu diperlukan terobosan dengan membuka peluang pasar yang lebih luas lagi. ''Peluang pasar yang ada bagi produk pertanian memang relatif lebih kecil dibanding tingkat produksi pertanian yang dihasilkan. Lewat kegiatan promosi, diharapkan bisa memperkenalkan produk unggulan pertanian Kabupaten Semarang kepada buyers yang ada di Kota Semarang terutama produk buah dan sayuran,'' katanya. Selain membidik konsumen eceran, para peserta pameran juga berusaha menjaring konsumen dari kalangan pasar swalayan untuk memasok produk agro, seperti sayuran dan buah-buahan. ''Kendala yang dihadapi petani untuk bisa masuk jaringan pasar swalayan biasanya terkait dengan persyaratan dan prosedur yang ditetapkan pasar swalayan, seperti jaminan mutu dan standarisasi pengemasan,'' katanya. Jalin Kemitraan Dengan adanya pameran ini diharapkan akses informasi di bidang pemasaran antara pelaku usaha dan peminat produk lebih mampu dikembangkan. Mereka bisa menjalin komunikasi yang bersifat kemitraan secara langsung. Selain berpameran, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan selama ini telah berupaya mengembangkan produk agro dengan melakukan penyuluhan masalah budidaya pertanian. Sementara itu, produk tanaman hias dari Kabupaten Semarang kini juga kian berkembang pesat. Setelah dikenal sebagai sentra tanaman hias tingkat nasional, kini para petani tanaman hias membidik pasar bunga krisan. Bahkan pemerintah pun berupaya menggandeng pihak ketiga untuk membantu para petani mengusahakan produk bibit krisan. Produksi bunga krisan ini rata-rata mencapai 2,67 juta tangkai per tahun dengan luas panen 23.200 meter persegi. Daerah pemasaran produk ini meliputi Jakarta, Surabaya, Solo, Yogyakarta dan Semarang. (mhr-59 ) |