| Senin, 01 Agustus 2005 | EKONOMI |
Industri Mebel Jepara Harus DibangkitkanSEMARANG- Terpuruknya bisnis mebel di Jepara secara riil telah berpengaruh secara signifikan bagi aktivitas ekonomi di Jepara. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk menghidupkan lagi bisnis mebel di kota tersebut. Juru bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Jateng, Budi Nugroho Siswojo kemarin mengemukakan, banyak industri mebel yang gulung tikar akibat kesulitan melakukan pemasaran karena semakin mahal dan langkanya bahan kayu jati. ''Kenyataan ini telah memperpuruk perekonomian sebagian besar masyarakat di Jepara yang selama ini mayoritas menggantungkan hidup dari industri mebel,'' tutur dia, dalam Sidang Paripurna DPRD Jateng dengan agenda Laporan Hasil Reses, di Gedung Berlian, akhir pekan lalu. Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat H Subyakto SH MH menuturkan, Pemprov semestinya segera membantu para perajin mebel, antara lain dengan melakukan promosi dagang dan pendanaan. ''Kalau perlu Pemprov membantu dengan mendatangkan kayu jati dari luar provinsi,'' ungkap dia. Di tempat terpisah, Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jateng Ir Gayatri Indah Cahyani mengatakan, sejumlah rencana telah disiapkan Pemprov untuk mempromosikan produk Jateng dengan mengikuti pameran dagang di luar negeri. Di antaranya di Korea Selatan, pameran mebel di Valencia (Spanyol), pameran lain di Fujian (China) dan Jerman. Adapun data di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, komoditi ekspor unggulan dari Jawa Tengah berasal dari produk furnitur yang mencapai 34 % dari total komoditi ekspor. (G17-59) |