logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Agustus 2005 EKONOMI
Line

Kerajinan Bambu Diekspor ke Korea

WONOGIRI - Eksportir dari Korea, memesan hasil kerajinan bambu buatan pengrajin Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri. ''Pihak eksportir datang memesan dengan membawa desain yang diinginkannya,'' kata YMT (Yang Menjalankan Tugas) Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Penanaman Modal (Diperindagkopdal) Wonogiri Sri Wahyuningsih SH, kemarin.

Jenis kerajinan bambu yang dipesan sebagai komoditas ekspor ini, berbentuk nampan kecil dan tenong (semacam bakul kecil), yang dibuat dengan desain spesifik. ''Korea minta, dapat dipasok seribu biji per bulannya,'' ujar dia.

Hanya saja, tambahnya, nampaknya order sebanyak itu belum mampu dipenuhi secara kontinyu, mengingat keterbatasan jumlah pengrajin yang punya keahlian menganyam nampan dan tenong.

''Wonogiri masih kekurangan tenaga terampil,'' tutur Sri Wahyuningsih. Keberadaan para pengrajin bambu yang sekarang ada, pada umumnya cepat merasa puas ketika mampu membuat caping, bakul dan kerajinan alat-alat rumah tangga tradisional lainnya, yang itu sebenarnya ketika dijual harganya tidak setinggi harga nampan dan tenong sebagai komoditas ekspor ke Korea. Terkait ini, Diperindagkopdal merasa perlu menggalakkan pelatihan. Utamanya bagi para perajin bambu di wilayah Kecamatan Manyaran, dan di sentra pengrajin bambu lainnya, seperti di Desa Manjung dan Purwosari Kecamatan Wonogiri Kota dan di Desa Sirnoboyo Kecamatan Giriwoyo.

Lebih lanjut Sri Wahyuningsih menyatakan, kecuali kerajinan bambu, kerajinan rotan yang dibentuk menjadi anyaman keranjang, buatan para pengrajin Desa Tunggur Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri, juga memiliki peluang ekspor ke negara-negara Eropa dan Amerika. Pihak importir dari negara manca, tertarik kerajinan bambu dan rotan, karena menilai itu sebagai karya tangan yang eksklusif). Jenis komoditas ekspor yang juga memiliki peluang ke pasar negara manca, adalah kerajinan tangan dari bahan akar wangi. ''Ini dieskpor ke Jepang, lewat pedagang besar Yogyakarta,'' tutur dia.(P27-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA