logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Agustus 2005 BANYUMAS
Line

Penertiban Peternakan Diintensifkan Kembali

PURWOKERTO-Setelah kasus flu burung merebak akhir-akhir ini, kini Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian mengintensifkan kembali penertiban terhadap sentra peternakan. Penertiban dilakukan terutama di sentra peternakan yang dekat dengan permukiman dan peternakan dengan ternak berbeda.

''Penertiban khususnya ditujukan ke peternakan yang membudidayakan dua ternak seperti babi dan ayam, namun dekat dengan permukiman,'' kata Direktur Budi Daya Ternak Potong Direktorat Jenderal Peternakan Tati Setiawati, saat jeda sebagai juri lomba peternakan berbasis agrobisnis di Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden, Sabtu (30/7).

Upaya penertiban, kata Tati, sudah dilakukan intensif sejak dua tahun silam. Saat itu kasus flu burung muncul kali pertama di Indonesia Namun dia mengakui penertiban waktu itu belum optimal.

Untuk memperlancar penertiban, ujar dia, Menteri Pertanian mengeluarkan sembilan surat keputusan (SK) tentang praktik pertanian atau peternakan yang sehat. ''Aturannya sudah ada, tetapi membutuhkan sosialisasi dan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat peternak.''

Dia mengemukakan peternakan yang sehat dan ideal seharusnya cukup jauh dari rumah penduduk. Selain itu, dalam satu sentra peternakan hanya ada satu jenis peternakan. Langkah itu untuk mengantisipasi segala jenis penyakit,

Dia menyatakan antisipasi terhadap penyakit ternak terutama yang bersifat zoonosis atau menular ke manusia. Itu pun harus dilakukan bersama-sama. ''Bukan hanya Departemen Pertanian.'s (G22-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA