logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 01 Agustus 2005 BANYUMAS
Line

Selama Pilkada Peredaran Uang Palsu Meningkat

PURWOKERTO - Pimpinan Bank Indonesia (BI) Cabang Purwokerto, Mochtari, mengatakan, selama pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), peredaran uang palsu meningkat.

''Selama pemilihan bupati (pilbup), ditemukan sejumlah uang palsu,'' katanya.

Peningkatan juga terjadi pada pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang lalu.

Dia mengatakan, peredaran uang palsu selama 2005 meningkat bila dibandingkan dengan 2004.

''Uang palsu yang paling banyak beredar adalah pecahan Rp 50.000,'' katanya kemarin, di kantor BI Jl Gatot Subroto Purwokerto.

Pecahan Rp 50.000 itu paling banyak dipalsukan, karena masa beredarnya sudah sangat lama. Uang tersebut diterbitkan sejak 1999. Untuk mencegah peredaran uang palsu, BI selalu mengadakan penyuluhan kepada berbagai kelompok masyarakat mengenai ciri-ciri uang asli.

Pecahan uang palsu Rp 50.000, pada 2004 ditemukan sebanyak 14 lembar, dan pada 2005 sampai Juni sebanyak 69 lembar. Adapun pecahan Rp 100.000, pada 2005 ditemukan sebanyak 28 lembar, termasuk uang pecahan yang baru.

Uang palsu yang ditemukan BI dari laporan bank dan polisi pada 2004, mencapai 320 lembar senilai Rp 17,9 juta atau rata-rata tiap bulan 27 lembar atau setara dengan Rp 1,491 juta. Uang palsu itu meliputi pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, dan Rp 10.000.

Pada 2005 sampai Juni, ditemukan uang palsu 763 lembar. Berarti, rata-rata dalam sebulan ditemukan uang palsu 127 lembar.

Sangat Jelek

Dia menjelaskan, pecahan palsu Rp 100.000 baru, yang diluncurkan Desember 2004, sudah mulai muncul dan ditemukan di kasir bank.

''Pecahan palsu Rp 100.000 yang baru muncul kali pertama April lalu, tapi sekarang tidak muncul lagi,'' jelasnya.

Kualitas pecahan Rp 100.000 baru yang palsu, sangat jelek, sehingga masyarakat mudah sekali mengenali uang palsu tersebut dan langsung bisa memberi tahu kepada petugas.

Dia berharap, peningkatan temuan itu bukan karena jumlah uang palsu yang beredar makin banyak, tapi karena pemahaman masyarakat terhadap uang palsu semakin meningkat, sehingga mereka mengetahui benar ciri-ciri uang palsu.(in-42a)


HexWeb XT DEMO from HexMac International

Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA