logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Juli 2005 SALA
Line

Waspadai Rayuan Pintu Belakang

BERDASARKAN Surat Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara (Meneg-PAN) Nomor B/1110/M PAN/6/2005, pemerintah akan merekrut 204.484 calon pegawai negeri sipil (CPNS). Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan kekurangan 875.414 tenaga pelayanan dasar di sektor pendidikan dan kesehatan. Upaya itu akan diprogramkan secara bertahap dalam tiga tahun dengan sesuai dengan kemampuan keuangan negara.

Terkait dengan itu, berikut wawancara Suara Merdeka dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonogiri Drs Pranoto MM.

Bagaimana mekanisme perekrutannya nanti?

Secara prosedural berdasarkan surat Meneg-PAN. Masyarakat diimbau agar tidak terkecoh oleh rayuan oknum dengan dalih dapat memasukkan lewat pintu belakang. Itu jelas bohong-bohongan, tipu muslihat. Sebab, tidak ada mekanisme perekrutan demikian. Berkali-kali ini saya tegaskan tapi masyarakat sepertinya masih saja mencari jalan lewat pintu belakang. Terbukti, tahun lalu ada yang menjadi korban dan oknumnya kini ditahan untuk diajukan ke pengadilan.

Untuk perekrutan sekarang ini, akan dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, diangkat langsung tanpa tes bagi pegawai honorer yang telah melaksanakan tugas jabatannya minimal 20 tahun secara terus-menerus dan berusia paling tinggi 46 tahun per 1 Januari 2006.

Kedua, pegawai honorer yang masa tugasnya kurang dari 20 tahun akan ada seleksi khusus. Ketiga, seleksi pegawai honorer yang tidak menduduki tugas jabatan mendapat perlakukan yang sama sebagaimana pelamar umum.

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya rekayasa dan manipulasi persyaratan, data keberadaan pegawai honorer nantinya akan diumumkan secara transparan dan ini sekaligus untuk uji publik. Dengan tujuan, jika ada yang melakukan rekayasa nantinya akan langsung menuai komplain masyarakat. Pegawai honorer terdiri atas honorer daerah (Honda), PP-31, kontrak, pegawai tidak tetap (PTT), guru bantu, dan guru tidak tetap (GTT).

Kapan pelaksanaan tes itu?

Sekitar September mendatang. Para kepala dinas, instansi, badan dan bagian telah mendapat informasi tentang rencana perekrutan itu secara transparan. Kemudian mereka perlu menyikapinya dengan mendata pegawai honorer di unit kerja masing-masing.

Berapa banyak formasinya untuk Wonogiri?

Formasi untuk Wonogiri belum ada datanya karena masih akan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat pada Agustus. Namun, melihat rencana perekrutan tahap pertama 204.584, kiranya secara matematis itu dapat dijabarkan dengan membaginya untuk 33 provinsi di Indonesia. Itu artinya per provinsi akan dapat 204.584 : 33 = 6.199. Taruhlah untuk Jateng yang mempunyai 35 kabupaten/kota, kuotanya hanya 6.199 : 35 = 177. Namun jika berdasarkan pada tahun lalu, Wonogiri dapat formasi 300. (Bambang Pur-36j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA