| Sabtu, 30 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Jadwal Berat Dihadapi AremaMALANG-Menghadapi lanjutan Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2005, para pemain Arema benar-benar dituntut memiliki stamina prima. Hal itu menjadi syarat mutlak, mengingat jadwal pertandingan yang harus dijalani klub berlogo kepala singa ini amat padat. Sebelumnya, 25 Juli lalu, mereka baru saja bermain di kandang sendiri dalam ajang Piala Indonesia. Saat itu Deltras Sidoarjo dibuatnya menyerah 0-4, lewat tiga gol Gendut Doni dan satu gol Francis Yonga. Pertandingan itu tentu telah menguras tenaga mereka. Terlebih, persiapan yang dilakukan sebenarnya untuk menjamu Persekabpas, bukan Deltras. Tetapi, pertandingan melawan Persekabpas akhirnya ditunda. Apa pun alasannya, PSSI memang punya kewenangan. Kewenangan PSSI itu terasa memberatkan Arema pada pekan mendatang, karena harus menjalani tiga pertandingan. Pada 31 Juli mereka bertandang ke PSS Sleman, 3 Agustus ke Semarang menghadapi tuan rumah PSIS dan kembali ke Malang untuk menjamu Persekabpas pada 6 Agustus. Disimpan Bagi pelatih Benny Dollo, mempersiapkan pemainnya untuk siap tanding memang tidak mudah. Seperti halnya saat menjamu Deltras di stadion Gajayana, dia harus menyimpan tiga andalannya. Sutaji, Emalue Serge dan Joao Carlos sengaja tidak diturunkan. Hal itu dilakukan, mengingat tiga pertandingan away dinilainya benar-benar berat. "Berat di sini, salah satunya pada kemungkinan terjadinya pelanggaran yang bisa saja dibuat untuk merugikan pemain kami. Khususnya bagi yang rawan akumulasi kartu seperti Franco Hita, Emalue Serge, I Putu Gede, Firman Utina serta Alexander Pulalo," kata Benny sesaat sebelum berangkat ke Sleman. Humas Arema M Taufan saat diminta tanggapannya tentang kemungkinan ada pengajuan ke PSSI untuk mengubah jadwal pertandingan, dia menjawab tidak perlu. "Kita tidak ingin membebani PSSI. Bukan apa-apa, tapi banding tentang sanksi yang diberikan kepada Arema saja hingga kini belum ditanggapi PSSI," katanya.(jo-22) |