| Sabtu, 30 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Kemenangan WO PSIS Dibatalkan
JAKARTA-Komisi Banding PSSI membatalkan hukuman pengurangan tiga poin serta kalah 0-3 PSPS Pekanbaru dari PSIS Semarang. Sebelumnya, Komdis dalam sidangnya pada 11 Juli memutuskan PSIS menang 3-0, karena lawannya dianggap WO. Dengan demikian tambahan tiga poin dan tiga gol untuk anak-anak asuhan Bambang Nurdiansyah dianulir. Sidang itu digelar Komdis, karena pertandingan di Stadion Rumbai Pekanbaru pada 3 Juli tersebut terhenti. Wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-62, karena para pemain tuan rumah menolak hukuman penalti yang dijatuhkan wasit. Selain mengurangi poin Rochi Poetiray cs, Komdis mendenda panpel Rp 30 juta dan meminta PSPS memainkan satu kali partai usiran. "Dengan dicabutnya hukuman tersebut, pertandingan harus dilanjutkan kembali. Skor sementara tetap 1-0 untuk PSPS, namun mereka harus mau menerima penalti yang akan dilakukan oleh PSIS," kata anggota Komisi Banding PSSI Farhat Abbas yang dihubungi di Jakarta, Jumat kemarin. Lokasi Pertandingan Menurut dia, permohonan banding PSPS Pekanbaru atas hukuman yang dijatuhkan Komdis telah diterima oleh Komisi Banding. Selain itu ia menambahkan, untuk denda uang Rp 30 juta yang dijatuhkan kepada panpel pertandingan PSPS dikurangi menjadi Rp 20 juta. Ia tidak dapat mengutarakan alasan-alasan mengapa komisinya menerima banding PSPS, mengingat itu hanya untuk konsumsi internal. Disinggung soal lokasi pertandingan antara kedua kesebelasan itu, menurut Farhat, harus dilakukan di luar Stadion Rumbai. Namun mengenai lokasi dan tanggal pertandingannya ditentukan oleh Bidang Liga PSSI. Karena hukuman pengurangan tiga poin kepada PSPS dicabut, poin yang telah dikumpulkan kesebelasan berjuluk Askar Bertuah ini menjadi 20. Sekalipun demikian, posisi mereka dalam klasemen sementara Wilayah I tetap di urutan terbawah. Bagi PSPS, keputusan itu membuat untuk sementara poinnya berkurang tiga dan selisih golnya juga berkurang tiga. Karena itu posisinya dalam klasemen sementara merosot ke urutan keempat. Namun, jumlah pertandingan yang dimainkan dua lebih sedikit dibanding tiga tim yang memiliki peringkat di atasnya. (ant-22) |