| Sabtu, 30 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Singkirkan Rajawali Mahaputri Britama JuaraSEMARANG- Mahaputri Britama tampil luar biasa. Tim asal Jakarta itu berhasil mempertahankan gelar juara pada Kompetisi Bola Basket Wanita Utama (Kobanita) 2005 setelah menaklukkan Rajawali X-pose Bandung dengan kemenangan telak 66-52 pada grand final di GOR Sahabat, Jumat (29/7) malam. Dengan kemenangannya itu, Cecillia Dwimaya dkk berhasil mengukir rekor menjadi juara empat tahun berturut-turut, mulai tahun 2002. Membuka skor lewat lemparan Natasha Clara Ranmasse, tim polesan Aprijadi tampil tanpa cela di kuarter pertama. Pertahanan ketat Mahaputri membuat para pemain Rajawali kesulitan untuk mencetak angka. Baru pada menit kelima, forward Tasia Albertina membuka angka lewat sebuah lay-up. Kuarter ini Mahaputri memimpin 14-10. Pada kuarter kedua, Mahaputri semakin dominan. Pola permainan mereka yang agresif membuat Rajawali kesulitan mengembangkan permainan. Perolehan nilai Mahaputri melejit meninggalkan lawannya, 33-25. Kuarter ketiga, dengan dimotori Joan Suryana, Rajawali berhasil mengejar hingga kedudukan 36-38. Namun setelah tembakan tiga angka Cecillia dan Wulan Ayuningrum masuk, mereka seolah tidak mampu berkembang lagi. Mahaputri terus memimpin 48-42. Kuarter keempat menegaskan mental para pemain Mahaputri sebagai juara bertahan. Cecillia dkk yang terus tampil habis-habisan menutup pertandingan dengan angka 66-52. Empat pemain Mahaputri meraih double digit yakni Wulan yang membuat 20 angka, July (14), Linda Rusly (14) dan Cecillia Dwimaya (10). Wulan juga berhasil menjadi Most Valuable Player (MVP) pada partai final. Lebih Baik Sedang dari kubu Rajawali, tiga pemainnya menembus double digit. Poin tertinggi disumbang Joan dengan 12 angka, Tasia Albertina 11 angka dan Ciauliana Tanuwidjaya 10 angka. "Secara tim, Mahaputri memang lebih baik. Mereka mampu mengembangkan permainan di saat kami tidak berkembang," ungkap pelatih Rajawali, Arifin usai pertandingan. Dia juga mengakui, para pemainnya seakan-akan telah takut kalah terlebih dulu. Pelatih yang juga gagal membawa Rajawali juara 2001 setelah kalah dari Citra Lestari Surabaya (CLS) itu sempat menyesalkan time-out oleh Mahaputri dua detik sebelum pertandingan berakhir. Manajer Mahaputri Dede Rahman mengaku puas dengan penampilan yang ditunjukkan Wulan dkk. Menurutnya, gelar juara empat kali berturut-turut merupakan hasil kerja keras manajemen Mahaputri. Dalam pertandingan sebelumnya, Bhinneka Sritex Solo berhasil mempertahankan gelar juara ketiga setelah mengalahkan CLS 62-51. Center Fifi Puspasari juga menjadi top scorer selama Kobanita digelar dengan 214 angka sekaligus menjadi MVP musim kompetisi 2005. (aim-40) |