logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Juli 2005 OLAHRAGA
Line

Renault Bukan yang Tercepat, tapi Terbaik

BUDAPEST- Pembalap Renault yang kini memimpin klasemen lomba balap GP F1, Fernando Alonso, menampik predikat "pemenang keberuntungan" karena dia harus melalui perjuangan keras untuk meraih semua itu.

Dia berpendapat, predikat itu sangat tidak adil menilik upaya kerasnya pada musim ini.

"Tidak adil menilai saya menang karena keberuntungan," kata pembalap Spanyol itu di Hungaroring, sirkuit Grand Prix Hongaria, tempat di mana dua tahun lalu dia menjadi pembalap termuda yang memenangi lomba balap jet darat tersebut.

"Apakah bisa dibilang keberuntungan jika orang-orang Renault telah melakukan pekerjaan bagus?" tanya Alonso, yang merayakan ulang tahun ke-24 di sirkuit itu, Jumat (29/7) kemarin. "Kami telah merancang mesin yang tidak ngadat sepanjang 1.400 km pada musim dingin, dan para pekerja telah bekerja selama 24 jam untuk meningkatkan kualitas mesin. Saya tidak mengerti mengapa kami disebut beruntung. Jika tim lain tidak melakukan kerja serupa itu, itu bukan kesalahan kami."

Alonso sedang menuju tahta juara dunia Formula Satu termuda setelah merebut enam kemenangan dari 12 lomba balap, dengan sisa tujuh balapan termasuk Grand Prix Hongaria, Minggu (31/7) besok. Dia kini memimpin klasemen dengan mengantongi 36 poin disusul pembalap McLaren, Kimi Raikkonen.

Kerusakan Beruntun

Raikkonen, pembalap Finlandia, memimpin di San Marino, sementara di Nuerburgring dan Hockenheim akhir pekan lalu mengalami kerusakan mesin yang membuat dia terpaksa menyerahkan kemenangan kepada Alonso.

Sebaliknya, Alonso hanya sekali mengalami kecelakaan ketika dia tengah memimpin dalam Grand Prix di Kanada. Alonso mengakui bahwa McLaren memiliki mobil yang lajunya lebih cepat, tapi dia juga mengatakan bahwa itu bukan berarti hebat segala-galanya.

"Mobil (Renault) R25 memang bukan kendaraan yang tercepat pada saat ini, tapi ini mobil terbaik," katanya. "Kami memiliki filosofi yang berbeda dengan tim lain. McLaren menginginkan mobil tercepat dengan beberapa risiko. Kami menginginkan mobil cepat dan tanpa risiko. Mungkin Renault mengorbankan penampilan mesin atau rangka mobil, tapi kami senang karena mobil itu bisa diandalkan."

Keberuntungan Alonso paling spektakuler adalah di GP Eropa, 29 Mei silam. Ketika itu, Raikkonen sudah dalam posisi terdepan hingga lap terakhir, namun ban kanannya dalam kondisi peyang. Berharap mencapai finis dengan selamat, Raikkonen ternyata gagal ketika suspensi mobilnya meledak. Dia pun mesti keluar lintasan, menyerahkan gelar juara yang sudah di depan mata kepada Alonso. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA