| Sabtu, 30 Juli 2005 | SEMARANG |
13 DPC PAN Beralih Dukung BG-AmbarUNGARAN - Sebanyak 13 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Semarang, kemarin mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan cabup-cawabup Bambang Guritno (BG) - Siti Ambar Fathonah (Ambar). Dalam acara yang berlangsung di salah satu rumah makan di Salatiga itu Serikat Pekerja Nasional (SPN) kabupaten tersebut juga turut hadir. Koordinator 13 DPC PAN Sudardi mengemukakan, pihaknya prihatin dengan kondisi perpolitikan di daerahnya. "Partai yang kami cintai ini menyedihkan. Setelah menentukan calonnya, PAN justru tidak berani melanjutkan tahapan pilkada sesuai dengan aturan KPUD," kata dia. Pihaknya menambahkan, dalam menentukan cabup dan cawabup serta koalisi dengan 14 partai nonlegislatif, DPD PAN tidak pernah mengajak DPC berembuk. Selain itu, Ketua DPC PAN Sumowono tersebut menilai empat dari lima calon yang ditetapkan KPUD belum siap kalah dan menang. "Alasan mendasar kami berpindah mendukung pasangan BG-Ambar ini karena pasangan tersebut seperti dikuya-kuya agar tidak bisa ikut pilkada," tuturnya. Sudardi masih ingat pesan Amien Rais bahwa kita harus berpihak pada yang lemah atau yang dilemahkan. Karena itu, pihaknya meyakinkan akan mengumpulkan grassroot PAN untuk mendukung pasangan BG-Ambar yang diusung PKB-PKPI itu. Ke-13 DPC (dari 17 DPC di kabupaten itu) yang hadir adalah Kaliwungu, Sumowono, Susukan, Suruh, Tengaran, Bringin, Tuntang, Getasan, Banyubiru, Ambarawa, Bergas, Ungaran, dan Barisan Muda PAN Bawen. Rapat Pleno Wakil Ketua DPD PAN Wiwik Wijayatun mengatakan, dalam menentukan calon, PAN tidak melalui mekanisme rapat pleno. "Penentuan calon tersebut kami anggap bukan representasi partai," ujarnya. Namun hal itu dibantah Wakil Ketua DPD PAN Drs Achsin Maruf. Menurut dia, penentuan calon melalui rapat pleno yang diperluas. "DPD juga melibatkan DPC se-kabupaten," tandasnya. Menghadapi pelaksanaan pilkada 31 Juli mendatang, Ketua SPN Kabupaten Semarang Mashudi berharap pemilihan bupati-wakil bupati secara langsung berjalan lancar, aman, dan damai. "Hal ini untuk menjaga iklim kondusif perekonomian kabupaten yang sudah berjalan baik," tegasnya. Sekjen SPN Ir Ucok Sutrisno juga menegaskan, bila terjadi kerusuhan, pihak yang dirugikan adalah warga kabupaten sendiri. "Anggota SPN sebanyak 37.000 pekerja. Dari jumlah itu, 80 % tinggal di kabupaten ini. Kalau terjadi kerusuhan, rakyat kecil juga akan menjadi korban," tandasnya. (H14-56m) |