| Sabtu, 30 Juli 2005 | SEMARANG |
Ratusan Anak di Grobogan Menderita Gizi KurangGROBOGAN - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), jumlah anak yang menderita gizi kurang baik 600-an. Angka ini meningkat dari data Juni 505 anak. "Mereka itu tidak termasuk penderita gizi buruk tetapi kurang," papar Kepala DKK Pemkab Grobogan Palti Siregar menanggapi hal itu di kantornya, kemarin. Kendati demikian, di Grobogan tidak ada anak yang meninggal karena karena gizi buruk. Dua anak yang meninggal beberapa waktu lalu sebenarnya berlatar belakang sakit saluran pernapasan atas. Akibatnya, tidak berselera makan. "Jadi, belum tentu orang tuanya tidak mampu," tandasnya. Sebagaimana diberitakan, dua anak balita meninggal diduga menderita busung lapar, baru-baru ini. Keduanya adalah Arga Aditya (3,5) warga Nglobar, Purwodadi dan Akbari (2) warga Kebonagung, Demak. Keduanya meninggal setelah mendapat perawatan intensif beberapa hari di RSUD Dokter R Soedjati Purwodadi. Dinas Kesehatan sudah melakukan penanggulangan agar penderita gizi kurang tidak meningkat menjadi gizi buruk. Upaya penanggulangan itu antara lain dengan menggalakkan revitalisasi posyandu dengan melibatkan berbagai sektoral, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan PKK. "Anak gizi kurang baik bukan berarti orang tuanya tidak punya uang, tetapi lantaran kesibukannya sehingga kurang memperhatikan sang anak," ungkapnya. (H3-56j) |