logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Juli 2005 SEMARANG
Line

Korban Tabrak Lari Terseret 4 Km

Keluarga Besar ATP Gelar Doa Bersama

GAYAMSARI - Masih ingat kasus tabrak lari di Jl Medoho yang menewaskan Didi Nugroho, 29 Juli 2004 lalu? Peristiwa itu kemarin diperingati oleh segenap civitas akademica Akademi Teknik Perkapalan (ATP) Veteran di kampus Jl Kanguru Barat II/9.

Acara yang dipusatkan di mushala kampus tersebut dilakukan secara sederhana. Bacaan tahlil dan iringan doa dipanjatkan untuk kedamaian arwah Didik Nugroho. Hadir PD III Tugino SH, staf pengajar Suyanto ST, ataf pengajar sekaligus kuasa hukum korban, Margono SH, dan sejumlah taruna batalyon ATP.

Sebagaimana diberitakan, Didik Nugroho tewas mengenaskan setelah tertabrak Toyota Twin Cam H-8487-LR di Jl Medoho Raya setahun lalu. Tubuhnya rusak karena terseret mobil yang dikendarai Yustinus Lilik Prasojo, warga Tlogosari, Pedurungan, sekitar empat kilometer.

Mayatnya jatuh di atas tanah setelah Toyota Twan Cam milik Ariani Sugiartiningtyas, warga Jl Erowati, berhenti di depan Mapolres Semarang Timur. Namun pengendara mobil melarikan diri dan kabur ke Bantul, Yogyakarta. Dalam persidangan, Yustinus dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Namun dia menyatakan kasasi ke Mahkamah Agung.

Minta Perhatian

Direktur ATP Drs Untung Budiarso mengemukakan, kegiatan tersebut merupakan wujud keprihatinan terhadap nasib yang menimpa almarhum. Korban adalah taruna yang baik, cerdas, santun, dan berprestasi. Bahkan dia mendapatkan beasiswa.

"Kematiannya meninggalkan duka yang amat dalam. Kami berharap semua pihak memberikan perhatian pada kasus tersebut secara proporsional," katanya.

Kuasa hukum keluarga almarhum, lanjut Margono SH, menyesalkan sikap Yustinus dan Ariani. Keduanya tidak pernah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Yang terjadi malah sebaliknya, meski telah dijatuhi hukuman, Yustinus mengelak dari tuduhan itu.

"Keduanya saling tuding, mengelak mengakui sebagai pengemudi mobil. Kami menyomasi secara keras agar pihak keluarga masing-masing memperingatkan Yustinus dan Ariani," katanya. (G5-37n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA