| Sabtu, 30 Juli 2005 | SEMARANG |
Pabrik Mebel Sudah Lama Rugi
SEMARANG BARAT - Pabrik mebel Sumber Hasil di Jl Sawojajar II, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat yang ludes terbakar pada Kamis (28/7) lalu ternyata sudah lama merugi. Pabrik itu kerap tutup dan hanya beraktivitas jika ada pesanan barang. Kini pabrik milik Wie Thian Hok alias Hadianto (53) warga Jl Indraprasta itu hampir dapat dipastikan akan tutup seterusnya. Sementara itu nasib sekitar sepuluh karyawan kini terkatung-katung. Mereka menganggur. Padahal sebelum pabrik itu terbakar pun mereka sudah sering berhenti bekerja karena tidak ada pesanan dari konsumen. Keadaan itu sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. ''Kadang-kadang kami menganggur dua minggu. Bahkan pernah sampai satu bulan. Padahal kami tidak punya pekerjaan lain,'' ujar Sukari (35) salah, satu karyawan, saat ditemui di rumahnya, Jl Sawojajar II, tak jauh dari lokasi kebakaran, Jumat (29/7). Hingga kini ia belum mengetahui bagaimana nasib selanjutnya. Sukari masih menunggu keputusan dari pemilik pabrik, apakah akan diberhentikan atau dipindah ke pabrik mebel lain yang juga milik Hadianto. Pernyataan serupa dikemukakan mandor pabrik, Damluk (45). Ia menyatakan belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari majikannya. Dia dan teman-temannya juga belum berani bertanya kepada Hadianto karena situasi belum memungkinkan. Dia dan beberapa pegawai pabrik kemarin berkumpul di rumah Sukari untuk sekadar berbagi rasa dan menceritakan apa yang dialami saat kebakaran itu terjadi. Sementara itu Hadianto belum dapat dihubungi. Para karyawan mengaku tak tahu alamat rumah lelaki itu. Hadianto juga belum tampak melihat bekas pabriknya yang sudah berubah menjadi tumpukan puing-puing penuh arang dan abu itu. Tumpukan Busa Mengenai penyebab kebakaran, tak satu pun karyawan yang berani memberi kepastian. Mereka mengaku saat kejadian sedang bekerja di ruang belakang. Menurut dia, si jago merah kali pertama mengenai tumpukan busa mebel. Hal itulah yang menyebabkan api cepat sekali naik ke atap sehingga sulit dimatikan. Menurut mereka, selama bekerja, para karyawan tak diperbolehkan merokok, sebab di dalam pabrik sekaligus gudang mebel berukuran 30x15 meter itu terdapat berbagai benda yang mudah terbakar. Sementara itu aparat Polres Semarang Barat juga belum dapat memintai keterangan pemilik pabrik, Hadianto, karena alamatnya tak jelas. Padahal penjelasan lelaki itu sangat diperlukan untuk mengetahui berbagai kemungkinan penyebab musibah. Kasat Reskrim Polres Semarang Barat Iptu Gandung S mengakui ada beberapa indikasi penyebab kebakaran. ''Namun kami belum berani memastikan penyebabnya. Kami masih akan menunggu hasil penyelidikan tim Laboratorium Forensik,'' ungkap Gandung. (G3-60n) |