| Sabtu, 30 Juli 2005 | INTERNASIONAL |
ARF Desak Myanmar Bebaskan Suu KyiVIENTIANE - Forum keamanan Asia Pasifik Jumat kemarin menyerukan junta militer Myanmar mempercepat transisi menuju sistem multipartai. Badan multilateral itu prihatin karena Myanmar belum sepenuhnya melaksanakan reformasi demokratis. ASEAN Regional Forum (ARF) juga menyerukan agar Yangon membebaskan kaum oposisi yang ditahan junta militer. Tuntutan itu termasuk melepaskan ikon demokrasi Aung San Suu Kyi, yang telah berada dalam tahanan rumah selama 15 tahun. Dalam komunike bersama setelah mengakhiri pertemuan di Vientiane, ibu kota Laos, ARF juga mendesak junta militer Myanmar membuka dialog dengan Liga Nasional Demokrasi, partai pimpinan Suu Kyi, mengenai proses reformasi demokrasi di negara itu. Deputi Menlu AS Robert Zoellick mengatakan situasi di eks Burma itu semakin buruk sejak militer berkuasa pada 1962 melalui kudeta. ''Perkembangan di Burma semakin buruk,'' kata Zoellick. ''Saya menyerukan pembebasan Suu Kyi. Sebenarnya saya sedih karena harus menyerukan hal ini berulang kali.'' Kehadiran Zoellick di forum itu mewakili Menlu AS Condoleezza Rice yang tak bisa datang. Tiga menlu lain dari negara-negara dominan (Jepang, China, dan India) juga tidak hadir.(rtr-ben-25) |