| Sabtu, 30 Juli 2005 | INTERNASIONAL |
Bom Renggut 13 Nyawa Penumpang KALUCKNOW - Petaka kembali menghantam kereta api India. Polisi mengatakan Jumat kemarin, ledakan yang terjadi di sebuah kereta api telah menewaskan 13 orang. Diduga, ledakan itu disebabkan oleh sebuah bom yang dipasang di salah satu kamar kecil KA tersebut. Pejabat jawatan kereta api India sebelumnya mengatakan, insiden Kamis malam itu merupakan ledakan tabung gas yang dibawa penumpang dari desa. Peristiwa itu berlangsung di dekat Kota Jaunpur, Negara Bagian Uttar Pradesh, India utara. Namun, para pakar bom dan aparat keamanan tidak memercayai laporan jawatan KA tersebut. Mereka langsung mengadakan penyidikan ke tempat kejadian. ''Ada cukup bukti yang mendukung bahwa insiden tersebut disebabkan oleh bahan peledak jenis RDX,'' kata seorang anggota pasukan penjinak bom, yang tidak mau disebutkan namanya, kepada Reuters di lokasi ledakan. Mendagri Negara Bagian Uttar Pradesh Alok Sinha mengatakan, pihak-pihak berwenang belum menemukan petunjuk yang kuat mengenai pelaku pengeboman itu. Dia menambahkan, ledakan itu terjadi di gerbong penumpang biasa. ''Sudah pasti, ini bukan kecelakaan. Ada yang memasang bom di gerbong tersebut,'' ujarnya. ''Namun, kami belum mengetahui secara pasti pelakunya.'' RDX merupakan bahan peledak berkekuatan besar, yang juga sering disebut hexogen. Bom jenis itu biasa digunakan oleh kaum militan yang memberontak terhadap kekuasaan India di wilayah Kashmir. Dahsyat Gerilyawan di daerah India timurlaut juga sering memakai RDX. Pada masa lalu, mereka biasanya menyerang kereta api dan angkutan umum lainnya dengan bahan peledak tersebut. Saksi mata mengatakan serangan bom kemarin sangat dahsyat. Beberapa orang sampai terlempar keluar dari pintu akibat ledakan itu. Padahal, kereta tengah melaju cukup kencang saat itu. Mayat-mayat bergeletakan. ''Saya sedang menunggu di mobil ketika KA itu melintas. Tiba-tiba terdengar ledakan hebat dari salah satu gerbongnya,'' kata Vineet Tiwari. ''Saya segera keluar dan mendekat KA yang kemudian berhenti. Keadaannya sungguh mengenaskan. Para korban bergeletakan dengan luka-luka menganga. Sebagian besar mengerang kesakitan. Para penumpang lainnya menjerit panik,'' tuturnya. Polisi mengatakan, 46 orang menderita luka-luka. Sekitar 20 di antaranya dalam kondisi kritis. Kepala Kepolisian Uttar Pradesh Yashpal Singh mengatakan seluruh korban yang menderita luka-luka telah dibawa ke rumah sakit terdekat. Dia mengatakan, ada kemungkinan peristiwa itu disebabkan oleh penumpang yang membawa bahan peledak. Namun dia tidak mengungkapkan, siapa penumpang yang dimaksud. Dalam konferensi pers di Kota Patna, India timur, Menteri Perkeretaapian India Lalu Prasad Yadav mencoba menenangkan masyarakat dengan mengatakan ledakan itu tidak terlalu besar. Dia juga tidak berani memastikan apakah peristiwa tersebut disebabkan oleh bom atau murni kecelakaan. Menurutnya, kereta api itu sedang melakukan perjalanan dari Patna menuju ke New Delhi, ibu kota India. Dalam insiden terpisah, Yadav mengatakan petugas keamanan menemukan 20 bom rakitan di sebuah KA lain yang berada di wilayah India timur. Empat orang ditangkap untuk diminta keterangan berkaitan dengan penemuan bom rakitan tersebut.(rtr-ben-25) |