| Sabtu, 30 Juli 2005 | EKONOMI |
2010, Konsumsi AMDK Capai Titik JenuhSEMARANG-Konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) diperkirakan akan terus meningkat rata-rata 15 persen per tahun. Pada tahun 2010, pertumbuhan produk itu secara nasional diprediksikan mencapai titik jenuh, yakni 76-80 liter per kapita setahun. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Willy Sidharta produksi air minum saat ini telah tumbuh cukup tinggi hingga 20 persen per tahun dengan rata-rata konsumsi sekitar 40 liter per kapita setahun. "Bila minimal pertumbuhan 10-14 persen saja, konsumsi akan mencapai titik jenuh lima tahun lagi. Sebagaimana yang sudah terjadi di beberapa negara Asia, seperti Thailand. Rata-rata konsumsi tiap orang setahun di negara itu mencapai 76 liter hingga 80 liter," ujar Willy, kemarin. Kendati kenaikan bahan baku dan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu sempat memengaruhi harga, pertumbuhan konsumsi relatif tetap. Pada awalnya, kenaikan harga BBM memang sempat menurunkan permintaan, namun kondisi itu sudah membaik. Dua pengaruh itu, lanjut dia, akan normal kembali dalam tiga bulan ke depan. (H12-33) |