logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 Juli 2005 EKONOMI
Line

Tiga Praktisi Iklan Raih Penghargaan

  • Dari New York Festival

YOGYAKARTA -Tiga orang praktisi periklanan Indonesia, masing-masing Woon Hoh dari Mc Cann Erickson dan Fadjar Rusli dari Forchun Advertising serta Gunadi Sugiharso dari Louw Indonesia mendapat penghargaan emas dan perunggu dari New York Festival.

Penghargaan dalam bidang desain media luar ruang tersebut diberikan langsung oleh eksekutif Director New York Festival Michael Demetriades di sela-sela seminar periklanan dalam rangkaian kegiatan Pinasthika Ad Festival 2005 di Sheraton Mustika Yogyakarta, Jumat (29/7).

Woon Hoh melalui karya iklan bertema pemeliharaan kesehatan payudara meraih emas, sedangkan Fadjar Rusli dan Gunadi Sugiharso masing-masing dengan karya iklan tentang polusi dan kesehatan mendapat perunggu.

Penghargaan internasional itu, merupakan kali pertama yang mampu diraih oleh insan periklanan Indonesia.

Hal ini tentu sangat prestisius karena New York Festival merupakan ajang yang sangat bergengsi di bidang periklanan, bahkan New York Festival yang dimulai pada tahun 1947 konon merupakan festival periklanan tertua di dunia.

"Terus terang, apa yang kami raih ini merupakan penghargaan pertama bagi kami. Karena sebelumnya para praktisi periklanan kita sama sekali belum pernah meraih penghargaan, kalaupun ikut lomba di tingkat internasional paling-paling hanya sampai pada semifinal. Setelah itu kandas," kata Fadjar Rusli.

Namun terlepas dari semua itu, penghargaan yang diberikan kepada tiga orang praktisi periklanan tanah air, membuktikan bahwa karya-karya periklanan Indonesia sudah mulai diterima di dunia internasional.

"Kami bangga karena kami bisa buktikan kepada dunia, bahwa kita juga mampu membuat sesuatu yang mutu dan kreatif," katanya.

Kreatif

Eksekutif Director Michael Demetriades di hadapan peserta seminar mengemukakan, dalam dunia global seperti sekarang ini hanya iklan kreatif yang disukai konsumen maupun produser sebagai pemasang iklan. Untuk itu, tidak ada alasan bagi dunia periklanan tidak kreatif.

Memang, katanya, kreatifitas dibutuhkan dana yang cukup besar. Tetapi sebenarnya ada kreatifitas yang tidak memerlukan biaya cukup besar. "Semua itu bisa kita lihat pada peserta Pinasthika, saya lihat biayanya tidak begitu besar. Tetapi memiliki daya kreativitas yang tinggi," katanya.

Hanya, dia berpesan sebelum membuat iklan, sebaiknya kuasai dulu produknya, manfaatnya dan sasaran pasar yang akan dituju. Apabila ketiga faktor penting itu sudah bisa dikuasai, minimal hasil iklan tersebut mendekati pasar yang akan dituju.

Pinasthika Ad Festival yang digelar selama lima hari ini mulai tanggal 27 hingga 31 Juli 2005 ini, menurut Ketua Panitia Drg Edy Puryanto baik peserta maupun penontonnya cukup antusias mengikuti kegiatan ini. (sgt-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA