| Jumat, 29 Juli 2005 | SALA |
Penderita AIDS Sragen Akhirnya MeninggalSRAGEN - Sht, seorang penderita AIDS warga Metep, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, akhirnya meninggal dunia. Sebelumnya, korban pernah menjalani perawatan di RS Kariadi Semarang, kemudian di pindahkan ke RSUD Sragen, Mei 2005. Dia dirawat karena menderita AIDS dan sakit paru-paru akut. Akibat penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu menyebabkan penyakit paru-parunya sulit disembuhkan. ''Karena sudah tidak ada harapan, keluarganya membawa pulang,'' kata Marno, rekan korban yang tinggal di Desa Tenggak, Sidoharjo. Setelah dirawat di rumah, Rabu pukul 12.00 korban meninggal dunia. Kondisi jenazah Sht terlihat kurus kering. Sesuai petunjuk petugas RSUD, untuk menghindari penularan, jenazah korban dimandikan di kamar mayat RSUD itu dan pihak keluarga pun bisa memaklumi hal tersebut. Setelah dimandikan, pukul 16.00 jenazah mantan pengusaha buah itu dikuburkan di pemakaman setempat. Suyatno seorang kerabat korban mengatakan selama ini Ny Sht sudah jarang bertandang ke rumah suaminya di Dukuh Metep, Desa Tenggak, Sidoharjo. ''Kalau dia sudah meninggal ya sudahlah, kami sudah tidak ingin membicarakannya lagi,'' tutur Suyatno. Dirujuk Dokter Djoko Purwanto dari RSUD Sragen mengatakan, sebenarnya RSUD belum memiliki fasilitas yang memadai untuk mengobati penderita AIDS. Soal keinginan keluarga agar Sht di rawat di RSUD kala itu, karena keinginan keluarga supaya bisa lebih dekat untuk merawatnya. ''Jika ada lagi pasien AIDS, akan dirujuk ke RS dr Muwardi Solo atau ke RS dr Kariadi Semarang,'' kata Djoko. Pihak keluarga yang sering menjenguk pun sebenarnya sudah mengerti, kalau penyakit Sht tidak bisa disembuhkan. Namun, pihak keluarga menyatakan, Sht menderita AIDS bukan lantaran sering bermain dengan wanita nakal atau berganti-ganti pasangan. Tapi Sht sering mengunakan obat-obatan terlarang yang proses pemakaiannya menggunakan jarum suntik. Diduga, dari jarum suntik itu, korban tertular AIDS. (nin-55h) |