logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 SALA
Line

UMS Rekonstruksi Kurikulum Pascasarjana

PABELAN - Menghindar dari ketertinggalan perkembangan ilmu pengetahuan dan realitas masyarakat, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan merombak kurikulumnya di program pascasarjana.

Menurut Wakil Direktur I (bidang akademik) Program Pascasarjana UMS, Dr Khudzaifah Dimyati SH MHum, perombakan yang dilanjutkan pembenahan dan pengembangan itu diperkirakan akan diterapkan pada sekitar 40 persen dari kurikulum sekarang.

"Selama beberapa minggu terakhir, kami sudah melakukan kajian-kajian. Nanti, sekitar 40 persen dari materi kurikulum yang sekarang akan dibongkar, dibenahi, dan dikembangkan lagi," katanya kemarin.

Dia mengatakan, kurikulum yang digunakan pada lima program pascasarjana universitas itu sekarang sudah cukup tua. Program paling awal adalah program magister studi Islam yang dibuka pada 1996, diikuti magister manajemen pada 1998.

Lalu, tiga program -yakni magister ilmu hukum, magister pendidikan, dan magister teknis sipil- dibuka bersamaan pada 2001.

Selama kurun waktu itu, kurikulum yang digunakan lima program tersebut belum pernah dikaji ulang. Ketertinggalan, menurut Dimyati, belum ada. Namun pihaknya berniat membenahi, memperbaharui, dan mengembangkan kurikulum yang sudah berumur hampir sembilan tahun itu.

"Acuannya tetap kurikulum nasional, namun tentu ada muatan-muatan lokal. Muatan lokalnya itu yang akan kami kembangkan. Kajian utamanya kami lakukan dalam workshop yang melibatkan berbagai kalangan, di Gedung Pascasarjana UMS, Sabtu (30/7)," ungkap Ketua Program Magister Ilmu Hukum UMS tersebut.

Bahasa Arab

Pengembangan pada kurikulum baru nanti, misalnya adalah akan diterapkannya pada program magister studi Islam, yakni akan mengonsentrasikan kepada kajian-kajian berskala internasional dan penyampaian kuliahnya menggunakan bahasa Arab untuk seluruh mata kuliah.

Terobosan-terobosan lain juga akan dirintis. Yang jelas, lanjut dia, ke depan akan selalu dilakukan kajian kurikulum secara berkala, tiga tahun sekali, sesuai dengan rekomendasi badan akreditasi nasional (BAN).

Selain kurikulum, menurutnya, UMS yang berkampus di kawasan Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, itu juga akan mengembangkan program-program lain. Di strata 1 (S2), kini sudah ada proposal pendirian program magister linguistik yang sudah berada di Ditjen Dikti.

Selain itu, proposal pembukaan strata 3 atau program doktor untuk ilmu hukum, ilmu ekonomi, dan ilmu pendidikan, juga sudah dikirim ke Jakarta.

"Insya Allah pada 2006 nanti program-program yang sudah kami ajukan itu sudah mendapat izin dan bisa operasional," jelasnya. (D11-42a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA