| Jumat, 29 Juli 2005 | SALA |
Di Peringatan 600 Tahun Pendaratan Cheng HoKeraton Kirim 21 Prajurit Penunggang KudaKOTA - Keraton Surakarta akan mengirim 21 prajurit penunggang kuda dan dua kereta kuda untuk menyemarakkan kirab pembukaan Peringatan 600 Tahun Pendaratan Laksamana Cheng Ho, di Semarang, 4 Agustus 2005. Prajurit penunggang kuda yang sebagian besar cucu almarhum SISKS Paku Buwono XII itu, akan mengenakan busana adat Keraton, tetapi bertutup kepala topi prajurit jenis songkok. "Di Keraton tidak ada koleksi busana prajurit yang secara khusus bisa disesuaikan dengan nuansa sejarah saat Laksamana Cheng Ho mendarat. Namun menurut kami, yang sesuai dengan kebutuhannya memang itu (songkok-Red)," tutur Lucky Arwanto, asisten koordinator lapangan (korlap) tim pemeriah dari Keraton, kepada Suara Merdeka, kemarin. Dia mengatakan, selain 21 prajurit penunggang kuda, Keraton juga menyertakan dua kereta kuno, yakni Kiai Maraseba yang ditarik empat ekor kuda dan Kiai Retna Pambagya yang ditarik dua ekor kuda. Dua kereta yang akan ditumpangi beberapa putri SISKS Paku Buwono XIII dan cucu almarhum SISKS Paku Buwono XII yang lain itu, sudah tergolong tua, tetapi diperhitungkan masih kuat dibawa ke tempat jauh dari Keraton, dan digunakan untuk kirab sejauh empat kilometer. Hal senada diungkapkan koordinator lapangan kontingen kirab dari Keraton, BRM Suryo Suryanto. Menurutnya, 21 prajurit penunggang kuda akan mengenakan busana prajurit khusus. Disebut busana prajurit khusus, karena busana khas untuk prajurit Truna Kembang itu hanya boleh dikenakan para putra pangeran atau wayah dalem, yang berciri khas pada tutup kepala yang disebut songkok itu. "Sebab, untuk prajurit biasa, busananya lain. Tutup kepalanya bukan songkok, melainkan bisa udeng, blangkon, atau yang lain. Busana prajurit yang hanya dikenakan putra dan cucu raja itu, biasanya hanya dikenakan saat upacara adat, utamanya tingalan jumenengan (ulang tahun tahta-Red)," jelas putra tertua GPH Puger (Pengageng Museum dan Pariwisata) itu. Dari 21 prajurit penunggang kuda yang dikomandani GRM Suryo Suharto itu, terdapat GPH Nur Cahyaningrat, BRM Bima Rantas, BRM Suryo Harbanu, BRM Suryasmo, BRM Harjuna Suryo Wijoyo, BRM Parikesit, dan BRM Suryo Suryanto. Mengenai jumlah prajurit, adalah permintaan panitia di Semarang untuk disesuaikan dengan formasinya; dan dua kereta yang dikeluarkan Keraton adalah mutlak keputusan pemilik, karena memang hanya dua itu yang diperkirakan laik jalan untuk rute yang agak panjang. Pasukan berkuda dan dua kereta itu, akan bergabung dengan peserta kirab lain yang akan mengambil rute dari Kuil Sam Poo Kong sampai Tugu Muda, yang jauhnya kurang lebih empat kilometer. Untuk mengangkut kontingen dari Keraton itu, kereta dan kuda akan menumpang tujuh truk, dan diberangkatkan pukul 04.00 pada 4 Agustus 2005. (won-42a) |