| Jumat, 29 Juli 2005 | SALA |
Empat Persoalan Diminta DiselesaikanBALAI KOTA - Gubernur Jateng, H Mardiyanto meminta Wali Kota Surakarta, H Joko Widodo, dan wakilnya, FX Hadi Rudyatmo, yang resmi dilantik kemarin memperhatikan empat persoalan mendesak bagi Kota Solo yang selayaknya diselesaikan selama mereka memimpin Kota Bengawan itu. Persoalan pertama, adalah masalah tuntutan komersialisasi dan kepentingan konservasi bagi lingkungan. Kedua, masalah pengavelingan lahan kota maupun tanah negara di Solo yang dalam taraf mengkhawatirkan. Ketiga, adanya kesenjangan pertumbuhan ekonomi antara Solo bagian utara dan selatan. Keempat, manajemen pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien. "Masalah lingkungan harus mendapat perhatian yang besar, seperti halnya ketersediaan perumahan yang memadai. Hal itu menjadi pesoalan yang cukup serius, jika melihat fakta di lapangan yakni banyak tanah negara yang dijadikan hunian bagi masyarkat," ujar Gubernur dalam Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta Periode 2005-2010, di Pendapi Gedhe Kompleks Balai Kota Solo, kemarin. Gubernur mengemukakan, kendati untuk mencalonkan diri menjadi kepala daerah harus melalui partai politik, namun ketika terpilih Joko Widodo dan Rudy merupakan pemimpin masyarakat; bukan pemimpin kelompok tertentu atau konstituen pemilihnya. Karena itu, kata Gubernur, mereka harus bisa memosisikan diri sebagai bapaknya masyarakat Solo. "Wali kota dan wakilnya yang baru dilantik harus memahami karakter, sifat, dan perilaku masyarakat, termasuk dinamika permasalahannya. Masyarakat Solo dikenal lemah lembut, tetapi di Kota Solo tercatat pernah terjadi berbagai peristiwa yang melumpuhkan sendi kehidupan kota," ujarnya. Acara pelantikan yang dihadiri sekitar 500 tamu undangan tersebut berjalan khidmat. Sayangnya, kendati balai kota dinyatakan terbuka bagi masyarakat yang ingin menyaksikannya, tak banyak yang hadir. Hadir dalam pelantikan tersebut antara lain, Slamet Suryanto, Achmad Purnomo, Hardono, dan GPH Dipokusumo. Selain itu, Wakil Ketua DPR RI, Zainal Ma'arif, serta pengurus Dewan Pimpinan Pusat PDI-P, Mangara Siahaan, serta wali kota Surakarta periode 1975-1980, Soemari. Acara yang berlangsung sekitar satu jam itu, dimulai dengan pembukaan Sidang Paripurna Istimewa oleh Pimpinan DPRD Surakarta, Faried Badres. Selanjutnya, pembacaan Keputusan Mendagri (Kepmendagri) nomor 131.33-568 tahun 2005 tentang Pemberhentian Pejabat Sementara dan Pengangkatan Wali Kota Terpilih. Usai pembacaan Kepmendagri, dilanjutkan dengan pelantikan serta pengucapan sumpah jabatan. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah berita acara, pengambilan sumpah, dan pemasangan tanda pangkat jabatan. Kemudian, penyerahan naskah memori pelaksanaan tugas jabatan dan sambutan gubernur. Acara diakhiri dengan pembacaan doa, yang dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu udangan. Saat menerima ucapan selamat, Joko Widodo didampingi istrinya, Iriana, maupun Rudy terlihat terharu, dan matanya berkaca-kaca. Apalagi saat sejumlah kader PDI-P serta pendukung kedua pasangan tersebut menyampaikan ucapan selamat, Rudy terlihat sangat terharu. Sambil berpelukan dengan sejumlah kader, keduanya menitikkan air mata. (G18,G13-42a) |