| Jumat, 29 Juli 2005 | SALA |
Pegawai BTL Tewas Gantung Diri
JAGALAN - Saryanto (32), warga RT 01 RW 15, Jagalan, Jebres, Solo, Rabu (27/7) petang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Kematian pegawai biro teknik listrik (BTL) itu, diduga akibat sakit hati karena isterinya, Sri Lestariningsih (31), berselingkuh. Tabir kematiannya pun segera terkuak. Sebelum gantung diri, korban meninggalkan buku catatan harian yang isinya memuat kecurigaan perselingkuhan istrinya dengan seorang lelaki bernama Tukadi (34), guru SD Negeri Purwoprajan 2 Jebres. Buku cacatan tersebut sengaja dikalungkan di leher Saryanto, dengan maksud agar semua orang tahu bahwa akhir hayatnya karena tidak dapat menahan sakit hatinya yang telah terpendam selama dua tahun. Saryanto di mata para tetangga dikenal pendiam dan jarang bergaul, sehingga banyak yang terkejut mengetahui ia nekat gantung diri karena rasa cemburu kepada istri tercintanya yang dinikahi 13 tahun lalu. Sebagian warga Jagalan, khususnya di RT 01 RW 15, baru mengetahui semua hal itu setelah korban meninggalkan buku catatan tentang derita yang telah dialami sepanjang istrinya berselingkuh dengan Tukadi. Saryanto gantung diri di kamarnya dengan seutas tali plastik warna biru. Adapun buku catatan tentang perselingkuhan istrinya, di kalungkan di lehernya dengan seutas tali. Peristiwa tragis yang terjadi Rabu (27/7) pukul 18.00 itu diketahui anaknya, Lian (13), sepulang sekolah. Begitu melihat ayahnya menggelantung di dalam kamarnya, Lian menjerit dan minta pertolongan kepada tetangga. Akhir hidup Saryanto yang memilukan itu, mengundang keprihatinan warga sekitar. Penyebab kematiannya menjadi buah bibir, apalagi ada sesuatu yang tersembunyi dan tersimpan dalam diri korban yang tidak diketahui oleh para tetangga maupun keluarganya sendiri. "Warga baru tahu kalau Saryanto nekat gantung diri karena cemburu atas perselingkuhan istrinya dengan rekan kerja, yang sama-sama sebagai guru SD N Purwoprajan 2, setelah membaca buku catatan yang ditinggalkan korban," jelas Joko Waluyo, tetangga korban. Berbagai catatan yang termuat di buku harian korban, di antaranya perselingkuhan istrinya dengan Tukadi di sebuah hotel. Meski tidak ingat tanggalnya, namun dalam buku harian korban disebutkan, peristiwa itu terjadi sebelum pernikahan Niken, Guru SD Negeri Jagalan. Dalam akhir kisah cerita yang tertulis, Saryanto mengungkapkan misteri kematiannya akibat kehancuran membangun rumah tangganya. Sepenggal kisah, Saryanto juga meminta maaf kepada anak dan istrinya agar tidak menyesali kepergiannya untuk selama-lamanya.(G11,san-42a) |