| Jumat, 29 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Bhinneka Sritex Gagal ke FinalSEMARANG- Langkah Mahaputri Britama menuju grand final tak terhenti. Juara bertahan itu menundukkan Bhinneka Sritex Solo dengan angka 51-41 pada gim ketiga final four Kompetisi Bola Basket Wanita Utama (Kobanita) 2005 di GOR Sahabat, Kamis (28/7). Melalui pertandingan yang seru, ketat dan menegangkan, Cecillia Dwimaya dkk akhirnya mampu mengatasi perlawanan sengit yang disuguhkan Bhinneka. Kedua tim memenuhi janji untuk tampil all-out. Pelatih Mahaputri Aprijadi tetap mempertahankan komposisi pemain timnas-nya sebagai starter. Kolektivitas dalam melakukan serangan dan bertahan menjadi kunci keperkasaan tim asal Jakarta itu. Para pemain Bhinneka juga tampil baik seperti pada gim pertama yang mampu mereka menangi. Hanya saja, faktor mental dan pengalaman bertanding akhirnya membuat langkah wakil Jawa Tengah itu terjegal. Sejak kuarter pertama, permainan berlangsung ketat. Bhinneka yang dimotori Linda Wijaya sempat memimpin dengan angka 14-11. Di kuarter kedua, kejar-mengejar angka terus terjadi. Mahaputri menyamakan kedudukan 22-22 berkat solidnya kerjasama yang ditunjukkan para pemainnya. Barulah di kuarter ketiga Mahaputri mampu melepaskan diri dari tekanan lawan yang hanya mampu menambah dua angka dengan berganti memimpin 30-24. Mahaputri menunjukkan mentalnya sebagai juara bertahan ketika di kuarter keempat perolehan nilai mereka melejit meninggalkan lawannya. Mahaputri menutup pertandingan dengan skor 51-41. Dua pemain Mahaputri meraih double digit yaknishooting guard Wulan Ayuningrum yang membuat 20 angka 10 rebound 7 assist. Linda Rusly mencetak 11 angka 7 rebound 2 assist. Sedang dari kubu Bhinneka, center Fifi Puspasari membuat 20 angka 11 rebound. "Kami masih banyak kekurangan. Anak-anak masih kalah dalam mental dan pengalaman bertanding," ungkap pelatih Bhinneka Wempi Wiryanto usai pertandingan. Dia juga mengakui skill individu pemainnya masih perlu ditingkatkan. "Saya sudah memberikan instruksi untuk mematikan pergerakan pemain kunci seperti Wulan dan Cecillia. Tapi, skill individunya masih kalah sehingga mereka tidak terjaga. Sementara Fifi dan Linda berhasil dimatikan pergerakannya, akibatnya aliran bola tidak lancar,î katanya. Dia menyatakan, pengalaman dalam final four dan bertanding tiga gim itu menjadi modal berharga bagi pemain Bhinneka menghadapi kompetisi musim depan. Sementara manajer Mahaputri Dede Rahman mengaku puas dengan penampilan yang ditunjukkan Wulan dkk. "Kami sukses mengawal lebih ketat pergerakan pemain Bhinneka seperti Fifi. Anak-anak mengikuti instuksi yang diberikan pelatih. Selain itu, mereka juga bermain lepas dan tenang," ungkapnya. Menghadapi Rajawali X-pose Bandung dalam final hari ini, Dede menambahkan peluang yang dimiliki timnya 50-50. "Memang, para pemain kelelahan seusai gim penentuan ini. Tapi, di final motivasi pemain seharusnya lebih tinggi lagi. Sehingga, mereka juga akan tampil all-out," tandasnya. (aim-28) |