logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 OLAHRAGA
Line

Jaga Emosimu, Porras

PELUANG PSIS Semarang untuk menembus posisi empat besar di Kompetisi Liga Indonesia (KLI) XI Wilayah I masih terbuka lebar. Untuk melicinkan ambisi itu Laskar Mahesa Jenar harus mampu mengalahkan tamunya, Persija Jakarta pada Minggu (31/7) lusa. Jika hasilnya imbang atau bahkan kalah, perjuangan pasukan Bambang Nurdiansyah akan semakin berat.

Kesempatan Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan untuk membalas kekalahan saya rasa tetap besar. Peluangnya bisa 55-45 atau 60-40. Absennya gelandang Anthony J Ballah juga bukan problem serius. Sebab, masih ada Abdoulaye Djibril.

Kartu as PSIS, menurut pandangan saya, adalah striker Emmanuel de Porras. Penyerang asal Argentina ini memenuhi semua syarat untuk menjadi goal getter. Sayang, dia sering lepas kontrol. Kalau Porras bisa menjaga emosi, saya yakin PSIS akan mampu memetik kemenangan.

Selama saya mengamati permainan Indriyanto cs di Stadion Jatidiri, kondisi lini belakang sudah oke. Hanya lapangan tengah yang belum meyakinkan. Saya lihat Djibril belum tampil sebaik pada musim lalu. Dia sering memperlambat permainan dengan menahan bola terlalu lama.

Bolong-bolong

Pada saat terkena serangan balik lawan, saya amati lini tengah PSIS masih sering bolong-bolong. Ini tak boleh terjadi pada saat menghadapi Persija yang mempunyai materi pemain berkualitas.

Di barisan depan, duet Indriyanto dan Porras bisa diandalkan. Tombak kembar ini akan lebih efektif jika mendapat dukungan penuh dari lapangan tengah. Dengan semangat tinggi dan adanya perbaikan di barisan gelandang, saya optimistis Laskar Mahesa Jenar akan mampu meraih tiga poin. Khusus untuk Porras, jaga emosimu!

Bagaimana dengan Persija? Tim berjuluk Macan Kemayoran ini tak akan bisa berkembang jika lawan bermain disiplin. Itu sudah dibuktikan Deltras Sidoarjo yang berhasil menumbangkan mereka di kandang sendiri.

Pemain Macan Kemayoran yang perlu diwaspadai adalah penyerang Roger Batoum. Striker asal Kamerun ini harus mendapat pengawalan khusus. Kalau Batoum dimatikan, serangan Persija biasanya tersumbat. (Ridwan, mantan pemain nasional-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA