| Jumat, 29 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Termotivasi Kalahkan PersijaKETIKA kali pertama datang ke Indonesia, klub yang dipilihnya adalah Persija Jakarta. Namun hanya semusim Emmanuel de Porras dipertahankan oleh tim Macan Kemayoran. Akhir musim lalu, dia dibuang karena dinilai sering bertindak emosional. Kartu kuning dan merah sangat akrab dengannya ketika masih membela klub ibukota tersebut. Setelah tak masuk skuad Persija musim ini, Porras tetap menjadi incaran banyak klub. Dua di antaranya adalah PSIS dan Persebaya. Tampaknya, hatinya lebih berjodoh dengan Semarang. Maka jadilah dia berseragam Laskar Mahesa Jenar. Minggu (31/7) lusa, dia akan bertarung melawan bekas klubnya itu, sebuah duel yang sangat ditunggu-tunggunya. Striker PSIS ini sudah tidak sabar menanti. Menghadapi mantan klubnya, pemain asal Argentina ini mengaku mempunyai motivasi tinggi. Dia ingin mencetak gol kemenangan. Porras juga siap jika kembali dipercaya untuk menyandang ban kapten. "Pertandingan lawan Persija memang sudah saya tunggu-tunggu. Saya ingin jadi kapten lagi untuk membuktikan kepada Persija bahwa saya bisa memimpin tim. Saya punya motivasi tersendiri dalam pertandingan itu," kata Porras saat ditemui wartawan di Bandara A Yani, kemarin. Saat di Persija, Cachi -panggilan akrabnya- sering absen, baik karena kartu kuning, merah, atau akibat pelatih Persija saat itu, Serghei Dubrovin, memarkirnya di bangku cadangan. Namun Cachi dulu dan sekarang berbeda. Di PSIS, emosinya lebih terkendali. Apalagi setelah dia dibebani dengan ban kapten untuk memimpin rekan-rekannya. Ban kapten tersebut disandangnya sejak lawan Persijap Jepara di Piala Indonesia, 16 Juli lalu. Dengan tanggung jawab yang besar itu, Cachi tidak lagi mengedepankan emosi. "Persija tim bagus. Namun kami akan mengalahkannya," tutur mantan pemain Ferro Caril Oeste, Argentina ini. "Ini pertandingan besar yang akan menentukan langkah kami ke delapan besar. Jadi, kami harus tetap fight untuk meraih kemenangan." (Budi Winarto-40) |