| Jumat, 29 Juli 2005 | NASIONAL |
Pujiono Bekukan Tim Sukses
UNGARAN - Pujiono Cahyo Widiyanto, calon bupati yang diusung PAN bersama 14 partai non-legislatif (Kunang Ratu) secara tiba-tiba, Kamis kemarin, menyatakan membubarkan tim suksesnya. Bos PT Sinar Lendoh Terang yang tinggal di Desa Bedono, Jambu Kabupaten Semarang itu juga berjanji tidak akan demo hingga pelaksanaan pilkada yang dijadwalkan KPUD 31 Juli. "Kalau ada tim sukses mau demo silakan saja. Yang jelas saya tidak akan bertanggung jawab," tandas dia. Isu yang beredar bahwa pada Kamis (28/7) ada demo besar-besaran dari empat parpol pendukung, ternyata tidak terbukti. Pujiono juga mengaku ada calon lain yang mengajaknya demo di saat masa tenang sebelum pilkada itu. "Saya lebih memilih untuk diam dulu saja," imbuhnya. Pujiono mengaku sangat prihatin dengan kisruh pilkada di kabupaten itu. "Saya membubarkan tim sukses saya dengan alasan ada kekacauan politik dan hukum," tegasnya . Pada saat pilkada 31 Juli itu Pujiono berjanji tidak akan mengerahkan massa untuk hal-hal yang justru mencederai demokrasi. "Silakan KPUD menggelar pilkada, tapi saya tidak akan menyalurkan hak pilih saya," ujar pria yang suka dipanggil Syeikh Puji itu. Meski demikian pihaknya tidak akan menghalang-halangi atau melarang orang lain untuk pergi ke TPS. "Bahkan terhadap istri dan anak saya. Kalau mereka mau mencoblos, ya tidak apa-apa wong itu hak kok," lanjut calon bupati terkaya itu. Pujiono juga menjelaskan, aksi yang dilakukan selama ini bukan untuk membuat rusuh dan menjegal salah satu pasangan calon. Demo hanya untuk menyampaikan aspirasi dengan tidak melakukan ancaman. Merasa Tersinggung Sementara itu, KPUD Kabupaten Semarang merasa tersinggung dengan sikap DPRD yang meminta klarifikasi atas surat KPUD No 270/ 294 perihal bantahan isu penundaan pilkada. KPUD berpendapat surat tersebut menegaskan kembali pada seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) di kabupaten itu untuk tetap melaksanakan pemilihan bupati pada 31 Juli. Surat itu sejatinya menjawab keresahan PPK yang mendapat kiriman keputusan penundaan hasil rapat paripurna DPRD pada 25 Juli. "Seharusnya KPUD yang tersinggung dengan adanya pengiriman surat penundaan itu ke PPK. Sebab DPRD sama sekali tidak mempunyai kewenangan untuk mengusulkan pilkada ditunda," kata Drs Abdullah Fakih MPd, anggota KPUD Divisi Informasi, kemarin. Menurut Fakih, DPRD telah melangkahi kewenangan KPUD. Meski demikian pihaknya masih menghormati lembaga legislatif tersebut. Secara teknis pelaksanaan pikada di Kabupaten Semarang hampir pasti terwujud. Hampir seluruh logistik tersebut didistribusikan ke kecamatan-kecamatan. "Hari ini (kemarin-Red) surat suara sudah didistribusikan ke 12 kecamatan (dari 17 kecamatan yang ada)," jelas Siti Mahmudah SSi, anggota KPUD. Selain surat suara pihaknya juga memberikan instruksi kepada PPK dan PPS untuk menyebarkan surat undangan pemilih dan kartu suara. KPUD kembali mengumpulkan seluruh PPK dengan agenda teknis pemungutan dan penghitungan suara. "Jadi tahapan tetap berjalan. KPUD tetap menganggap empat calon (yang belum bersedia menjalankan tahapan) sebagai peserta yang akan dipilih dalam pilkada 31 Juli," terang Mahmudah. Ketua PPK Ungaran Soeparman mengatakan, hampir 80 % logistik pilkada sudah didistribusikan ke PPS. "Hari Jumat dan Sabtu kami akan membuat TPS. di Ungaran ada 174 TPS," jelasnya. Atribut Kampanye Menurut Mahmudah, pada hari pertama masa tenang kemarin, sebenarnya ada agenda pembersihan atribut-atribut kampanye seperti poster, baliho, dan stiker. Masa tenang tersebut hingga Sabtu (30/7) atau sehari menjelang pilkada. "KPUD akan bekerja sama dengan Panwas dan Satpol PP untuk membersihkan atribut kampanye itu. Besok (hari ini-Red) atribut itu harus dibersihkan," ucap Mahmudah. Ketua Panwascam Ungaran Waskito mengaku, belum mendapat instruksi langsung dari Panwaskab melalui KPUD. "Hari ini (kemarin) kami sebenarnya akan mencopoti gambar-gambar itu namun masih menunggu KPUD," terangnya. Menurutnya pencopotan atribut kampanye tersebut bagian dari tahapan pilkada yang harus dipenuhi. Berdasar pantauan Suara Merdeka masih banyak atribut kampanye dari lima calon yang terpampang di pinggir-pinggir jalan utama. Tim sukses Bambang Guritno-Siti Ambar Fathonah, MSU Wibowo mengatakan, pihaknya telah berinisiatif untuk melepas sendiri atribut kampanye calonnya. Calon Pujiono Cahyo Widiyanto menyatakan membubarkan tim suksesnya. Bos PT Sinar Lendoh Terang yang tinggal di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang itu juga berjanji tidak akan demo hingga pelaksanaan pilkada yang dijadwalkan KPUD 31 Juli. "Kalau ada tim sukses mau demo silakan saja. Yang jelas saya tidak akan bertanggung jawab," tandas dia. Isu yang beredar bahwa pada Kamis (28/7) ada demo besar-besaran dari empat parpol pendukung, ternyata tidak terbukti. Pujiono juga mengaku ada calon lain yang mengajaknya demo di saat masa tenang sebelum pilkada itu. "Saya lebih memilih untuk diam dulu saja," imbuhnya. Pujiono mengaku sangat prihatin dengan kisruh pilkada di kabupaten itu. Gubernur H Mardiyanto kembali meminta semua pihak untuk menghormati keputusan yang telah diambil KPUD Kabupaten Semarang. "Jadi saya kira perlu dicermati secara jernih. Kan belum tahu siapa yang menang karena belum dilaksanakan. Biarlah rakyat yang memilih," katanya.(H14,G7-51,14v) |