| Jumat, 29 Juli 2005 | MURIA |
Harga Kelapa TurunKARIMUNJAWA - Harga kelapa (Cocos nucifera) di Kecamatan Karimunjawa, Jepara, kini jatuh hingga Rp 250-Rp 500 per buah. Padahal pada tahun 2000 mencapai Rp 850/buah. Petinggi Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa, Nursahid, kemarin menuturkan, harga kelapa di wilayahnya yang hanya Rp 250-Rp 500 per buah tersebut ditentukan oleh besar kecilnya. ''Entahlah, semenjak puncak krisis ekonomi lewat menjelang tahun 2000, harga kelapa justru terus merosot. Padahal dulu harganya pernah mencapai Rp 850/ buah,'' ungkap Nursahid. Beberapa upaya dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomis komoditas tersebut. Antara lain dengan membuat sapu lidi, sapu ijuk, dan minyak goreng. ''Namun ya itu tadi, hasilnya tetap tidak bisa mendongkrak nilai jualnya, sebab harga di sini masih terlalu murah,'' tutur Nursahid. Namun keadaan di Kemujan itu terhitung masih lumayan. Sebab, pemilik kelapa di Desa Parang justru lebih mengenaskan karena harga jual di tempat itu hanya Rp 200-Rp 250 per buah. ''Jika dijual borongan bisa laku Rp 200-Rp 225 per buah. Bagi yang membeli dengan memilih, harganya Rp 250/buah,'' ujar Sekretaris Desa Parang Suyadi AF. Harga jual kelapa di ibu kota Kecamatan Karimunjawa mencapai Rp 500-Rp 600 per buah. Seperti yang dituturkan Kartijah, bakul di Pasar Pagi Karimunjawa, harga jualnya memang agak tinggi daripada di Kemujan dan Parang. ''Ke Karimunjawa sini kan juga butuh ongkos. Jadi wajar kalau harganya sedikit lebih tinggi.'' Dudi Sutardi, staf Statistik Perkebunan Seksi Produksi (Bidang Perkebunan Dishutbun) Kabupaten Jepara memaparkan, luas areal tanaman kelapa di Kecamatan Karimunjawa tercatat 1.957,31 ha. Dari areal itu tanaman kelapa yang berproduksi 1.036,7 ha. Sisanya tanaman muda atau belum menghasilkan buah 455,5 ha, dan tanaman tua/tidak menghasilkan buah 465,11 ha. Rata-rata petani di wilayah itu memiliki lahan kelapa 0,3 ha. ''Produksi rata-rata tiap hektare yang jumlahnya 128 batang tanaman kelapa adalah 1.379,2 kg/tahun,'' ujar Dudi. (kar-54n) |