logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juli 2005 SEMARANG
Line

Star Queen Dirazia, Pengunjung Sinis

SEMARANG - Operasi penyakit masyarakat (pekat) dengan sasaran narkoba, kembali digelar tim gabungan dari jajaran Polres Semarang Timur, Rabu (27/7) malam. Kali ini, operasi mengambil sasaran pengunjung diskotek, klub, dan karaoke Star Queen di Jl Permata Hijau Semarang.

Operasi yang dipimpin Kabag Ops, Kompol C Wisnu Adji Pamungkas, itu berlangsung mulai pukul 22.00 dan berakhir sekitar pukul 24.00. Tim terdiri atas unsur Reserse Kriminal (Reskrim), Intelkam, dan pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) Polres. Namun, polisi tidak menemukan narkoba atau barang-barang yang patut dicurigai dari para pengunjung.

Tim yang jumlahnya mencapai satuan setingkat peleton (SST) itu, tiba di lokasi menggunakan sejumlah mobil dan dua truk Dalmas. Pasukan itu dikerahkan sebagai langkah antisipasi jika muncul keributan di arena hiburan selama dilakukan operasi.

Setelah meminta izin kepada pengelola, polisi kemudian melakukan penyisiran di lantai satu. Satu per satu pengunjung diperiksa secara teliti. Saku baju, celana, maupun sepatu, tak luput dari penggeledahan. Demikian pula, dompet, tas bawaan pengunjung, bungkus korek api, dan rokok.

Pegunjung Sinis

Beberapa pengunjung tampak terkejut, dan juga jengkel terhadap kegiatan tersebut. Alunan musik dihentikan. Sebagian pengunjung terlihat sinis, sembari menyodorkan dompet kepada polisi. Sebagian lainnya memutuskan keluar dari diskotek bersama pasangan masing-masing.

Pemeriksaan kemudian beralih di lantai dua, tepatnya di ruang karaoke. Di sejumlah sudut ruangan itu, pengunjung terpaksa menghentikan aktivitasnya. Penggeledahan juga terjadi seperti halnya di lantai satu. Pengunjung wanita digeledah polwan.

Kapolres Semarang Timur, AKBP Juhartana MSi, melalui Kabag Ops, Kompol C Wisnu Adji Pamungkas, mengemukakan, dalam operasi itu tidak seorang pun yang diduga menggunakan atau mengedarkan narkoba. Namun, operasi itu tetap akan dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi terhadap merebaknya narkoba di wilayah hukumnya.

Untuk operasi mendatang, agar lebih efektif, pihaknya akan mengupayakan adanya tenaga medis. Dengan demikian, pengunjung tempat hiburan bisa langsung menjalani tes urine untuk mengetahui mereka menggunakan narkoba atau tidak.

''Seperti di Jakarta, polisi bersama petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes urine. Tetapi, operasi narkoba di Semarang selama ini belum pernah dilakukan bersama unsur itu. Yang jelas, kami akan melibatkan tenaga medis yang memiliki kemampuan tes urine narkoba,'' katanya.

Sejumlah wartawan yang mengikuti rombongan petugas dilarang masuk oleh pengelola diskotek. Sejumlah laki-laki yang diduga karyawan tempat hiburan itu, menghardik wartawan yang berusaha mendekati pintu masuk ruang utama.

Sehubungan itu, wartawan hanya bisa duduk-duduk di lobi sembari mengambil gambar dari balik kaca.(G5-18a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA